Gerindra Buka Pintu Koalisi, PPP Merapat ke NasDem dan Demokrat | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 1048 , bagus, ira

MALANG – Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siap menyambut Pilbup Malang 2020. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) rupanya juga sudah menggelar rapat internal, Minggu (1/9). Pada rapat di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) itu, Partai Gerindra Kabupaten Malang sudah membuka pintu koalisi untuk parpol lain.
Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok SH MM, rapat yang digelar tersebut diikuti oleh seluruh pengurus DPC Partai Gerindra, Ketua dan Anggota Bapilu serta perwakilan dari PAC. Rapat tersebut untuk brainstorming formulasi menang pilkada tahun 2020. Dalam rapat ini peserta yang tidak lebih dari 20 orang ini memberikan pendapat terkait strategi untuk pemenangan Pilbup tahun depan.
”Karena target kami adalah menang. Untuk menang dibutuhkan strategi. Oleh karena itu penting kami mendengarkan pendapat dari pengurus DPC, Bapilu, OKP serta dari PAC. Dari pendapat ini nanti akan digodok untuk menentukan strategi yang kami gunakan saat Pilbup tahun 2020 mendatang,’’ urainya.
Begitu juga saat Malang Post menanyakan apakah Partai Gerindra siapa yang diusung, apakah N1 atau N2? Chusni tak menjawab. Dia hanya mengatakan, bahwa siapapun yang diusung nanti, harus menang.
Hal ini dikatakan Chusni sebagai bentuk realistis, di mana Partai Gerindra sendiri hanya memiliki 7 kursi di DPRD Kabupaten Malang. Sehingga untuk bisa maju dalam Pilkada, partainya harus berkoalisi. Namun demikian, menurut Chusni, pihaknya belum bisa mengatakan dengan partai apa akan berkoalisi.
”Kalau pendekatan sudah dilakukan, dengan semua partai. Tapi dengan siapa kami berkoalisi, masih belum. Nanti menunggu dari pusat,’’ urainya.
Dia mengatakan, saat ini sudah bebas. Situasi politik yang mencair di pusat, memberikan dia kebebasan melakukan pendekatan dengan partai-partai lain pemilik kursi di DPRD Kabupaten Malang. Dan itu kata Chusni sudah dilakukan.
Apakah Partai Gerindra akan membuka penjaringan calon? Chusni mengatakan iya. Hanya saja kapan partainya membuka pendaftaran untuk menjaring calon, dia mengaku menunggu arahan dari Dewan Pimpinan Pusat.
”Periode sebelumnya kami selalu membuka pendaftaran untuk calon yang ingin maju. Periode inipun demikian. Tapi kami juga masih menunggu arahan dari pusat. Ya sabar dululah,’’ tandasnya.
Sementara itu, PPP Kabupaten Malang belum melakukan persiapan apapun terkait dengan Pilkada tahun 2020. Tidak hanya menunggu arahan dari pusat, tapi PPP akan menentukan sikap setelah fraksi di DPRD Kabupaten Malang terbentuk.
”Iya, kami menunggu fraksi terbentuk dulu, baru kemudian memikirkan Pilkada,’’ kata Ketua DPC Kabupaten Malang, H Ahmad Daniyal.
Bukan tanpa alasan Daniyal mengatakan itu. Menurut dia fraksi merupakan kepanjangan dari partai yang ada di DPRD.
”Nah kami sendiri hanya memiliki dua kursi. Rencananya, partai kami akan satu fraksi dengan Partai NasDem (Nasional Demokrat) yang memiliki 7 kursi dan Partai Demokrat 1 kursi. Jumlahnya pas 10 kursi. Jika nanti kemudian berkoalisi, maka sudah bisa mengusung pasangan calon sendiri,’’ ungkapnya.
Daniyal juga mengatakan, sampai dengan saat ini PPP belum memunculkan nama calon. Bukan karena tidak ada calon yang mendekat, tapi karena ingin realistis. ”Kalau orang yang merapat sudah ada beberapa. Ya untuk minta dukungan. Tapi ya itu, kami belum menentukan sikap. Nanti lah, kalau fraksi sudah terbentuk, baru kami bisa berbicara,’’ ungkapnya.
Saat ditanya tokoh yang patut diusung dalam Pilkada, Daniyal memilih diam. Kepada Malang Post, dia tidak menyebut nama. Namun dia berharap, bahwa pilkada tidak membebani calon dan berharap biaya pilkada dapat ditekan sedemikian rupa. Sehingga calon yang maju tidak terbebani. Dan saat mereka jadi pun, dapat bekerja dengan sepenuh hati, serta profesional dalam melayani.
Sementara Partai Demokrat Kabupaten Malang, juga sama. Sampai dengan saat ini masih menunggu arahan dari pusat. Ya memiliki satu kursi di DPRD Kabupaten Malang, Partai Demokrat memang tidak memiliki power untuk mengusung calonnya  sendiri.
”Kami masih menunggu. Belum ada arahan dari pusat,’’ urai Sekretaris Partai Demokrat Kabupaten Malang, Josua Sebayang.
Termasuk arahan untuk berkoalisi, dikatakan Josua, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat. ”Kalau pendekatan dengan partai lain sudah. Tapi keputusan koalisi masih belum. Masih cukup waktu kok, dan kami juga tidak keburu,’’ tandasnya.
Sementara itu PDI Perjuangan, Senin (2/9) melakukan rapat internal di kantor DPD PDI P Jatim. Salah satu yang dibahas dalam rapat tersebebut adalah persiapan Pilkada tahun 2020.  Rapat itu digelar pengurus DPD PDI P Jatim bersama pengurus DPC PDIP di 19 wilayah yang menggelar Pilkada tahun 2020.
”Sekarang masih pimpin rapat maaf ya,’’ kata Sekretaris DPD PDIP Jatim, Dra Sri Untari Bisowarno Map, kepada Malang Post tadi malam.(ira/ary)



Loading...