Gerindra Belum Setuju, DPRD Sudah Kirim Tatib ke Gubernur | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 1308 , bagus, ira

MALANG – Partai Gerindra menyebut pengusulan nama dua Calon Wakil Bupati Malang cacat prosedur. Pasalnya, Gerindra belum memberikan persetujuan nama Drs. Mohamad Soedarman, MM serta Abdur Rosyid Assadullah, Spd. MM diusung ke DPRD Kabupaten Malang. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok kepada Malang Post, Minggu (29/9) kemarin.
Ia secara tegas menyatakan belum memberikan persetujuan terhadap dua nama calon wakil bupati yang diusulkan ke DPRD Kabupaten Malang melalui Bupati Malang. Menurut Chusni, nama calon wakil bupati ini baru dibahas satu kali. Namun demikian, pihaknya belum memberikan persetujuan.
”Kalau tidak salah, Selasa (24/9) lalu para ketua partai pengusung  H. Rendra Kresna dan H. M. Sanusi di Pilkada tahun 2015 lalu berkumpul. Termasuk saya. Kumpul di Malang, membahas usulan wakil bupati. Dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh Bupati Malang H. M Sanusi,’’ terang Chusni.
Dan saat pertemuan itu, Chusni mengatakan, Bupati Malang menyebutkan satu nama sebagai calon wakil bupati. Ketika itu, yang disebut Bupati Sanusi adalah Mohamad Soedarman sebagai calon wakil bupati. Namun saat itu belum ada persetujuan sama sekali.
“Saya juga belum memberikan persetujuan,’’ ungkapnya.
Lantaran itu, saat Kamis (26/9) dia mendapatkan surat dari Bupati Malang terkait dengan usulan nama calon, Chusni cukup kaget.
”Ini aneh. Kami belum beri persetujuan, kok sudah ada nama yang diusulkan. Bukan kami tidak setuju, kami harusnya lebih dulu mengetahui riwayat calon. Kami ingin tahu calon itu bagaimana, track recordnya. Karena kami ini memilih calon wakil bupati yang memiliki tugas pokok melayani masyarakat. Tentunya, orang yang dipilih pun yang terbaik. Jangan sampai membeli kucing dalam karung begitu lah kiranya,’’ urai Chusni dengan nada sesal.
Seiring dengan kondisi tersebut, Chusni mengatakan usulan nama tersebut adalah cacat prosedur.Terkait hal itu, pihaknya juga sudah melapor ke DPD Gerindra Jatim maupun DPP Gerindra. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pengkajian dengan divisi hukum DPC Partai Gerindra.  ”Sekali lagi kami bukan berharap menang kalah. Tapi kami ingin, calon wakil bupati yang diusung betul-betul memahami perannya, yaitu melayani masyarakat,’’ tandasnya.
DPRD Sudah Kirim Tatib ke Gubernur
DPRD Kabupaten Malang segera membentuk panitia pemilihan Wakil Bupati Malang. Ini setelah DPRD Kabupaten Malang mendapatkan usulan nama calon wakil Bupati yang diajukan partai pengusung melalui Bupati Malang H. M. Sanusi.
Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto menjelaskan, pembentukan panitia ini wajib dilakukan. Sesuai dengan aturan, panitia pemilihan calon Wabup ini berjumlah 15 orang.
”Jumat (27/9) lalu, surat usulan kami terima, dan kami langsung mengumpulkan fraksi, untuk membahas pembentukan panitia,’’ kata Didik.
Namun  demikian, dia menyebutkan, untuk membentuk panitia pihaknya juga tidak bisa serta merta. Karena menurut Didik, pembentukan panitia baru dapat dilakukan, setelah Tatib DPRD Kabupaten Malang ditetapkan.
”Semuanya sambil jalan. Tatib DPRD sendiri saat ini sudah dikirim ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan persetujuan. Mungkin besok (hari ini) dari Pemprov turun, dan langsung bisa ditetapkan. Baru setelah itu dilakukan pemilihan Cawabup,’’ ungkapnya.
Didik juga menguraikan, sesuai aturan, partai pengusung wajib mengusulkan minimal dua nama. Jumlah itu telah diatur oleh undang-undang. Dari dua nama itu, Didik mengatakan pihaknya akan melakukan pemilihan secara terbuka. Bahkan, ketika fit and proper test , dikatakan Didik akan dilakukan secara terbuka. Ini Dilakukan tak lain agar proses pemilihan betul-betul transparan dan tidak ada kesan main mata antara DPRD dengan pihak manapun.
”Bahasanya memang bukan fit and proper test. Tapi yang jelas, seluruh tahapan seleksi nanti akan kami gelar secara terbuka,” terangnya.
Dia menambahkan sehingga seleksi ini berlangsung transparan, semua pihak dapat melihat atau memonitor. Dan yang terpenting tidak ada kesan main mata antara panitia dengan pihak manapun. Dia juga menyebutkan, untuk tahap awal, panitia akan lebih dulu mempelajari company profile masing-masing nama yang diusulan sebagai Cawabup.
”Tahapannya pertama adalah seleksi administrasi. Di mana nanti selain nama gelar dan riwayat pendidikan para calon diketahui. Kemudian baru dilakukan seleksi lainnya,’’ katanya.
Dari hasil seleksi ini, nanti akan mengerucut satu calon. Dan satu nama calon itu kemudian kami usulkan untuk penetapan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  melalui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Disinggung apakah dia mengenal dua nama calon wakil bupati yang diusulkan partai pengusung melalui Bupati Malang? Didik mengatakan tidak. Kedua nama itu dia tidak mengenal.
”Saya tidak tahu dan tidak kenal. Sekali lagi untuk mana yang diusulkan itu ranahnya partai pengusung. Bisa ditanyakan kepada partai pengusung,’’ ungkapnya.(ira/ary)



Senin, 16 Des 2019

10 Ribu Senamers Padati Rampal

Loading...