MalangPost - Geranyangi Anaknya Saat Tidur, Ditangkap Polisi

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Geranyangi Anaknya Saat Tidur, Ditangkap Polisi

Rabu, 13 Nov 2019, Dibaca : 7203 Kali

MALANG - Kasus pelecehan seksual terhadap anak kandung, juga terjadi di wilayah Kecamatan Gedangan, akhir pekan lalu. Seorang ayah tega mencabuli anak kandungnya. Tersangkanya Munirul, 38, warga Dusun Sumberbelus Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan.
Tersangka mencabuli Intan (nama samaran, red), anaknya yang berusia 16 tahun. Intan dicabuli dengan cara digerayangi bagian payudara serta kelaminnya. Akibat perbuatan bejatnya itu, tersangka harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang.
"Tersangka ini kami amankan setelah ada laporan dari ibu korban dan perangkat desa. Dalam pemeriksaan, tersangka juga mengakui perbuatannya," ucap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.
Perbuatan bejat tersangka terhadap anak kandungnya ini berlangsung sejak tahun 2007 lalu. Pengakuannya, tersangka sudah lebih dari lima kali mencabuli. Semuanya dilakukan di dalam rumah, pada malam hari ketika istrinya sedang tidur. "Korban ini dicabuli ketika tidur di samping ibunya. Istri tersangka tidak mengetahui, karena terlelap tidur," ujarnya.
Modusnya, tersangka menunggu ketika istrinya sudah terlelap tidur. Kemudian, dia mendekati tubuh anaknya yang sedang tidur. Setelah itu, baru mencabuli dengan cara menggerayangi dan mencium payudara anaknya. Termasuk menggerayangi kelamin korban.
Selama dicabuli, korban tidak berani berontak. Korban takut dengan ayahnya. Sebab, tersangka dikenal temperamental dan sering kali melakukan perbuatan kasar terhadap istrinya. Terbongkarnya perbuatan bejat tersangka, bermula dari pengaduan korban terhadap ibunya. Korban sudah tidak kuat menahan diri, melihat perbuatan menyimpang ayahnya.
Dari pengaduan korban tersebut, akhirnya ibunya melapor ke perangkat desa. Kemudian diteruskan dengan melaporkan ke Polres Malang hingga tersangka diciduk petugas di rumahnya.
"Tersangka ini, kami jerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo pasal 76E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya 20 tahun kurungan penjara," tegas Tiksnarto.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku tidak kuat menahan nafsu. Dia mengatakan sering kali mengintip anaknya ketika sedang mandi dan ganti baju. Karena ingin merasakan kenikmatan tubuh anaknya itulah, tersangka nekat berbuat cabul. "Saya hanya ingin mengetahui bagaimana reaksi seksual anak. Tetapi hanya sekadar memegangi, tidak sampai menyetubuhi," terang tersangka Munirul.
Terkait dengan maraknya kasus pencabulan terhadap anak ini, Tiksnarto, mengimbau kepada anak-anak untuk berani terbuka. Yakni menyampaikan apa yang menjadi keraguan ketika menjadi korban seksual. "Siapapun yang melakukan seksual, silahkan anak-anak untuk melaporkan saat itu juga. Karena kami dari Polres Malang siap hadir untuk melindungi. Karena harapan kami, tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual," tegas Tiksnarto.(agp/lim)

Editor : halim
Penulis : agung