Genzi Go Literasi - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 19 Okt 2019, dibaca : 579 , mp, Gevzi

Novel ini menceritakan tentang Mare, si gadis Kaum Merah yang memiliki kekuatan luar biasa yang tersembunyi dalam dirinya. Dia pun dijodohkan dengan pangeran berdarah perak dari Kerajaan Norta. Mungkin kau anggap kisah ini akan berakhir dengan manis; putri dan pangeran hidup bahagia selama-lamanya.
Tapi, tunggu dulu. Masalahnya, Mare adalah Kaum Merah-tidak seharusnya bersatu dengan Kaum Perak. Selama ini Kaum Merah hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan Kaum Perak, menjadi sasaran empuk kekuatan supernatural Kaum Perak.
Kenyataan yang sangat dibenci Mare. Kekejaman Kaum Perak telah membuat orang-orang yang dia sayangi mati sia-sia. Sebagai tunangan pangeran Perak, kini dia memiliki kesempatan langka. Inilah saatnya memulai perlawanan, apa pun risikonya. Tapi, mampukah dia melawan perasaan yang mulai tumbuh di hatinya?
Dalam novel Red Queen memiliki tema tentang ketegangan dalam beraksi, tetapi uniknya si penulis juga menambahkan kesan romansa agar tidak membuat pembaca semakin tegang. Tokoh Utama dalam novel tersebut adalah Mare yang menjadi sosok pemimpin yang bertanggungjawab dan juga rela berkorban demi seseorang.
Lalu ada Cal. Seorang pangeran Perak, calon raja serta kakak dari tunangan Mare. Walaupun ia adalah sosok raja, tetapi Cal sendiri adalah sosok yang lembut. Selalu berpikir sebelum mengambil tindakan, tetapi kadang gegabah ketika sedang kalut.
Ada juga Maven. Pangeran Perak, adik Cal sekaligus tunangan Mare. Pada awalnya, Maven adalah sosok polos yang selalu mendukung Mare tetang apa pun keputusan gadis itu. Tetapi di akhir cerita, Maven ternyata adalah sosok yang ambisius dan bermuka dua.
Amanat yang dapat disampaikan. Sebenarnya, jarang sekali novel fantasi yang memiliki amanat mendalam bagi pembacanya. Kebanyakan novel fantasi hanya menyajikan alur menegangkan serta khayalan yang sangat menyenangkan. Tetapi setelah membaca Red Queen, anggapan saya terhadap novel fantasi berubah total, Victoria benar-benar berhasil menyelipkan pesan tersembunyi tentang bagaimana rasisme dan penindasan di luar sana yang masih banyak terjadi.
Lewat buku inilah Victoria berharap agar orang-orang lebih peka terhadap keadaan sekitar dan tidak membeda-bedakan kelompok masyarakat satu dengan lainnya.
Kelebihan dan kekurangan novel Red Queen. Novel ini berhasil membuat pembaca merasa kagum dan terkejut di saat yang bersamaan. Walaupun dengan genre action, tetapi Victoria masi menyelip beberapa humor dan juga romansa yang tidak menye-menye.
Bahasanya juga sangat mudah dipahami, kita tidak akan bosan dan sangat cocok dibaca di waktu luang. Kalau  kekuranganya. Terkadang ada beberapa bagian yang tidak dijelaskan dengan detail, sehingga cukup bingung saat membaca kelanjutannya.
Adapun kesimpulan, terlepas dari kekurangan novel ini, Red Queen adalah novel terlaris versi New York Times dan akan segera difilmkan oleh Universal Pictures. Menceritakan antara cinta dan revolusi  kekuasaan dan keadilan. Imajinatif, penuh aksi menegangkan. Sangat sulit untuk dilewatkan. (*)



Selasa, 19 Nov 2019

Not To Be With You

Senin, 18 Nov 2019

Tangis Bahagia Sang Bunda

Loading...