Genjot Branding Produk Secara Online, XL Axiata dan BCC Dorong Produktifitas UKM | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 449 , halim, linda

Tim dari Sisternet memberikan pemaparan tentang Business Solutions, salah satunya melalui Modul Pintar Sisternet yang berisikan informasi, edukasi dalam bentuk konten video serta tersedia kategori di antaranya Literasi Digital dan Entrepreneurship.


MALANG - Produk UKM sebagian besar dimotori oleh kaum perempuan. Namun permasalahan yang kerap dialami adalah masih terbatasnya pengetahuan teknologi, khususnya dalam penggunaan media sosial sebagai sarana branding. Melalui program Sisternet, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkolaborasi dengan Bloggercrony Community (BCC) Malang menggelar pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk kalangan perempuan Jawa Timur (Jatim), Rabu (28/8) di Ngalup Coworking Space.
Dengan tema Sister UKM Go Online, pelatihan ini mengajarkan kaum perempuan bagaimana memanfaatkan secara maksimal teknologi dan sarana digital untuk memacu produktifitas usaha kecil menengah. Pasalnya selama ini banyak pelaku UKM yang hanya berfokus pada produksi, namun tidak memiliki waktu untuk membranding produknya secara online.
Founder Bloggercrony Community, Wardah Fajri, mengatakan, kesadaran UKM menggunakan medsos sudah tumbuh, hanya saja belum optimal.
"UKM ini juga sudah sadar akan pentingnya medsos untuk branding. Hanya saja kontennya yang masih belum dikuasai. Karena mereka sibuk produksi. Jadi kesulitan mereka adalah membagi waktu membuat postingan atau mengoptimasikan konten dia," ujar Wardah.
Yang kedua, cara membuat konten itu yang diperlukan kelas khusus. Yang lebih spesifik praktik membuat konten. Meskipun ada beberapa kementrian yang sudah memberikan kelas dengan durasi 2 sampai 3 jam dengan output langsung diposting.
Data riset dari Asian Parents menunjukkan, 1.000 ibu di beberapa kota besar sudah sangat mengandalkan internet untuk mengambil keputusan dalam membeli sesuatu. Bahkan 171,17 juta jiwa atau 64,8 persen dari total populasi di Indonesia sudah menggunakan internet.
"Dari data itu saja sudah menunjukkan bahwa internet itu penting dan sesuatu yang orang cari. Kami sebagai fasilitator menyarankan mengambil peluang itu namun harus tahu target pasar, sasaran dan usia customer yang dituju," urai Wardah.
BCC juga menyampaikan kepada peserta workshop Sister UKM Go Online bahwa internet khususnya media sosial tidak bisa memberikan impact secara langsung. Lantaran pada dasarnya medsos adalah sarana branding dan membutuhkan waktu minimal 3 bulan untuk mendapatkan impact.
"Jadi branding di medsos itu butuh waktu, melainkan membantu menaikkan omset," jelasnya.
Tersedia juga Modul Pintar Sisternet yang berisikan informasi, edukasi dalam bentuk konten video untuk Perempuan Indonesia. Modul ini dikemas secara singkat dan padat informasi serta dapat diakses dimanapun dan kapanpun melalui gadget disertai beberapa kategori. Seperti Ibu dan Anak, Literasi Digital, Entrepreneurship dan lainnya.
"Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan offline yang dilakukan Sisternet terkait kelas literasi digital. Sasaran wrokshop kali ini kami fokuskan di Malang karena Malang UKM terbesar di Indonesia," kata Partnership Management Sisternet, Astri Mertiana.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para perempuan agar mereka bisa mengoptimalkan penggunaan sosial media untuk pemanfaatan bisnis sehingga tepat guna, efektif dan efisien. "Kelanjutan dari kegiatan ini nantinya adalah bagaimana memetakan laporan keuangan," tutup Astri.
Workshop Sister UKM Go Online ini diikuti oleh beberapa komunitas UKM di area Malang. Antara lain Bloggercrony Community BloggerPreneur Malang, Amangtiwi, Malang Creative Fusion, Komunitas Jendela Maju Bersama, A2KM,  Berlian, dan Komunitas Bakul Online. (lin/lim)



Loading...