Generasi Milenial Semakin Melel Politik

Jumat, 18 Oktober 2019

Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 621 , aim, sisca

MALANG – Jika ada pandangan generasi milenial tidak banyak yang tertarik dengan politik, tidak paham dan menganggap politik hal yang ribet, maka harus segera melihat realitas yang terjadi saat ini. Hal ini yang disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Malang Post, Hj Dewi Yuhana dalam Seminar Politik di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Malang, Sabtu (5/10).
“Memang banyak survey mengatakan generasi milenial tidak banyak yang gemar berpolitik. Bahkan tingkat partisipasi anak muda memang dikatakan masih kurang. Tapi nyatanya tidak kan? Buktinya kemarin demo?,” tegas perempuan yang akrab disapa Hana ini.
Ia mencontohkan, aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah. Menurutnya hal ini mematahkan semua stigma atau pandangan sebelah mata terhadap kaum milenial. Mereka selama ini dipandang tidak tertarik dengan dunia politik.
Disinilah ditegaskan Hana, politik adalah seni atau ilmu membuat kebijakan baik secara konstitusional maupun inkonstitusional. Apa yang dilakukan mahasiswa di jalan berdemonstrasi merupakan wujud politik.
“Terlihat sekali gaya milenialnya. Memang itu ciri khasnya. Salah satunya adalah poster-poster unik yang viral dan popular. Di Malang ada itu tulisan poster viral yang ‘Dewan sudah bagus tidur, kalau bangun kerjanya ga beres’. Unik dan lucu, khasnya anak milenial,” tandas perempuan asal Tulungagung ini.
Dengan contoh kecil ini saja menurutnya, publik tersadar mahasiswa, mereka yang milenial mampu menyuarakan pendapat mereka. Politik tidak melulu dilakukan dibelakang meja ataupun dengan jalur konstitusional.  Menyuarakan pendapat untuk kemudian mempengaruhi kebijakan pemerintah sudah sering dilakukan kaum milenial.
“Kalian sebenarnya juga interest dengan politik. Tapi nanti jangan sampai mudah terprovokasi. Harus benar-benar paham isunya,” tandas Hana dihadapan ratusan peserta seminar.
Tidak hanya Hana, dua anggota DPRD Kota Malang periode 2019 – 2024 juga turut mengisi materi seminar ini, Ahmad Farih Sulaiman dan Gagah Soeryo Pamoekti. Salah satu diantaranya, yakni Gagah merupakan anggota DPRD Kota Malang termuda.
Gagah pun memberikan pemahaman bagaimana perjuangan mahasiswa sejak ia dibangku kuliah bisa membentuk “sense” politik mereka.
“Milenial itu adalah Agent of Change, Iron Stok dan Social Control,” jelas Politisi Partai Nasdem ini. (ica/aim)



Loading...

  Follow Us