Gelorakan Green Movement

Jumat, 18 Oktober 2019

Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 342 , bagus, kris

Vany Fitria merasakan hal istimewa ketika berkunjung di Kota Batu. Segala yang ada di kota berjuluk Swiss Kecil itu, membuatnya terkesan dengan Kota Batu. Peraih Juara 1 Raki Jatim 2017 ini menganggap Kota Batu sebagai salah satu pusat daya tarik wisata di Jawa Timur.
Tak berlebihan jika disebut sebagai pusat daya tarik. Pasalnya dengan menjajaki Kota Batu wisatawan akan dapat all in one package. Artinya mulai dari berbagai destinasi wisata alam, wisata kuliner, sampai wisata buatan bisa didapat di Kota Wisita Batu.
"Ini harus jadi contoh bagi daerah yang memiliki potensi wisata di Jawa Timur. Sehingga wisatawan akan terkesan dan kembali lagi karena semuanya ada dan bisa didapat," ujar perempuan yang akrab disapa Fitria ini kepada Malang Post.

Selain lengkapnya destinasi wisata di Kota Batu, diungkap alumnus Ilmu Politik, Universitas Airlangga Surabaya ini udara di Kota Batu masih sangat alami. Sehingga tak salah jika Kota Batu jadi jujugan wisatawan domestik hingga mancanegara.
Tak hanya itu, perempuan kelahiran Jakarta 12 Maret 1996 ini juga memuji sinergitas Malang Raya yang bekerja sama mengembangkan pariwisatanya. Salah satunya dengan meningkatkan akses transportasi yang berdampak dan memudahkan wisatawan hadir di Malang Raya.
"Karena itu, dengan melihat tren ke depan. Masyarakat Batu punya tugas besar untuk memanfaatkan potensi alamnya agar dapat dijadikan 'hasil karya' buah tangan yang khas dan sesuai dengan kebutuhan pasar dunia," terang perempuan yang pernah meraih juara favorit Indonesia Tourism Ambasador 2017 ini.
Namun dengan perkembangan di sektor pariwisata yang pesat itu, Fitria berharap pemerintah, pengusaha dan masyarakat tetap menjaga lingkungan. Sehingga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian alam menjadi prioritas utama.
"Itu kuncinya. Warga Batu harus ikut berkontribusi untuk kelestarian alam dan green movement. Aksi yang paling sederhana bisa dilakukan dengan mereduksi penggunaan bahan-bahan plastik yang tidak ramah lingkungan," tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap pariwisata di Kota Batu dan Malang Raya berbasis masyarakat lokal. Dengan begitu, setiap unit masyarakat bisa ikut mensukseskan pariwisata Batu dengan syarat setiap individu punya kesadaran bersama.
Dia mengungkapkan, saat ini Kemenpar sudah menggalang rencana 1.000 homestay. "Ini artinya pola pengembangan pariwisata sekarang bersifat bottom up. Jadi kehadiran dan partisipasi masyarakat adalah yang utama," tandasnya.(eri/ary)



Kamis, 17 Okt 2019

Berani Melewati Proses

Selasa, 15 Okt 2019

Belajar Sabar dan Bijaksana

Selasa, 15 Okt 2019

Mengatasi Diri Sendiri

Loading...