Gelontor Rp 585 M, Pemkab Malang Prioritas Masalah Kekeringan | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 04 Okt 2019, dibaca : 795 , rosida, ira

MALANG – Tahun 2020 Pemerintah Kabupaten Malang akan memberikan bantuan kepada seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Malang. Tidak main-main, masing-masing desa dan kelurahan akan mendapatkan bantuan Rp 1,5 miliar. Bupati Malang H M Sanusi mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk tujuan pemerataan pembangunan, sekaligus untuk menyelesaikan masalah bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Malang.

” Tahun 2020 kami ada Program AskaDes (Aspirasi Kepala Desa). Dimana melalui porogram ini masing-masing desa dan kelurahan se-Kabupaten Malang akan mendapatkan bantuan langsung Rp 1,5 miliar. Anggaran itu murni bersumber dari APBD dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan dan mengatasi bencana kekeringan,’’ kata Sanusi.

Untuk skala prioritasnya, lanjutnya, yakni mengatasi bencana kekeringan. Bahkan, tahun ini melalui program tersebut, Sanusi mengatakan, pihaknya berencana membangun sumur bor di beberapa titik. Program AskaDes ini diberikan untuk mengatasi kejadian emergency di desa atau kelurahan di Kabupaten Malang.

”Kami sudah menghitung, jika masing-masing desa dan kelurahan mendapatkan Rp 1,5 miliar, maka totalnya anggaran Rp 585 miliar. Karena diberikan merata, untuk 378 desa dan 12 kelurahan di Kabupaten Malang,’’ tambahnya.

Dia juga mengatakan, program AskaDes ini diambilkan dari dana SILPA tahun 2018 yang besarannya mencapai Rp 425 miliar.

”Dananya sudah ada, jadi tinggal dicairkan. Hanya saja, untuk pengerjaan, tetap dilakukan oleh OPD terkait,’’ tambah mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Malang ini.

Dia menyebutkan, bencana kekeringan bukanlah bencana insidentil. Karena kekeringan di Kabupaten Malang terutama di wilayah Malang Selatan setiap tahun terjadi.

”Karena itulah, kami ingin menggunakan sumur bor untuk menyelesaikan ini. Pembangunannya dapat menggunakan anggaran dari AskaDes,’’ tambahnya.

Dia pun merinci, dari bantuan Rp 1,5 miliar, perkiraan dana untuk membuat sumur bor Rp 250 juta. ”Nah sisanya bisa digunakan untuk membangun infrastruktur. Intinya, kami serius menangani kekeringan. Sehingga tahun depan tidak ada lagi bencana kekeringan terjadi di Kabupaten Malang,’’ ungkapnya.

Dalam menyelesaikan masalah bencana kekeringan, Sanusi mengatakan pihaknya memiliki program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek sudah dilakukan, yaitu memberikan suplai air bersih dari daerah yang mengalami bencana kekeringan. Sedangkan jangka menengah pembangunan sumur bor, dan jangka panjang membangun pipanisasi di sumber air untuk dialirkan ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih untuk 11 desa di lima Kecamatan Kabupaten Malang. Bantuan ini akan terus berlanjut sampai dengan bencana kekeringan tidak lagi terjadi.

Sementara Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan juga mengatakan hal yang sama. Untuk mengatasi masalah bencana kekeringan, ada tiga program yang dilaksanakan. Yaitu jangka pendek, jangka menengagh dan jangka panjang.

”Jangka pendek kami menyuplai air ke daerah yang terkena kekeringan, jangka menengah melakukan pipanisasi, mengambil dari sumber air di salurkan ke rumah warga, dan jangka panjang, mengambil air dari sumber di Karangkates. Untuk jangka pendek dan menengah sudah jalan, sedangkan jangka panjang baru tahun depan, karena harus dilakukan survey dulu,’’ tandasnya. (ira/oci)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...