Gelar Pesta Rakyat Lawang | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 06 Sep 2019, dibaca : 519 , Parijhon, fino

PERSIAPAN: Imawan Mashuri bersama warga Lawang melakukan persiapan Pesta Rakyat yang akan digelar hari.

MALANG - Pemilihan RW 02 Kelurahan Lawang bersama Lions Club Surabaya, Lawang Heritage, Malang Raya Heritage dan Arema Media Group mengusung tajuk Pesta Rakyat. Sabtu (7/9) hari ini, mulai pukul 07.00 WIB, kawasan Jalan Untung Suropati Lawang akan ditutup dan menjadi areal pemilihan RW berkonsep perdana di Indonesia.
Pasalnya, pemilihan RW 02 Lawang, dikemas bersamaan dengan pemeriksaan serta pengobatan gratis dari Lions Club Surabaya yang dimotori Desiree Sumakud cs dan bazaar dari masyarakat RW 02. Tak hanya itu, acara ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin berbelanja di bazaar warga.
Masyarakat RW 02 Lawang, sejumlah 983 antusias menyambut model baru pemilihan RW ini. “Dulu kan pemilihan RW hanya rapat, lalu ditunjuk dan selesai. Tentu saja, warga antusias untuk merasakan pencoblosan yang konsepnya konkrit ini,” ujar Imawan Mashuri, warga RW 02 Lawang.
Pria yang juga tokoh media asli Arek Lawang ini menyebut, Pesta Rakyat RW 02 Lawang, tak hanya berbicara soal demokrasi, tapi juga pelayanan kesehatan dan pemicu ekonomi kerakyatan lewat bazaar. Karena bertepatan dengan rangkaian HUT ke-74 RI serta ultah ke-21 Malang Post, Pesta Rakyat RW 02 Lawang menyajikan hal berbeda bagi warga.
“Lions Club Surabaya menghadirkan dokter-dokter untuk memeriksa warga, sekaligus obatnya secara gratis. Jumlah kuotanya sekitar 500 orang, karena kan tidak semua warga sakit. Selain itu, ada terapi DaLong,” ujar Imawan.
Terapi DaLong merupakan terapi pemijatan beraroma kungfu, yang fokus pada pembenahan struktur tulang belakang.
Selain itu, bazaar warga dari 8 RT di lingkungan RW 02, juga terbuka untuk umum. Semua acara ini, dihelat di kediaman Imawan Mashuri, yang cukup luas untuk menggelar acara besar. Pasalnya, di area rumahnya, terdapat pondok baca Al Quran Yayasan Tunas Bangsa (Yanuba) yang sering dipakai anak-anak lingkungan sekitar untuk belajar mengaji secara gratis.
“Ini adalah potret demokrasi yang nyata, yang bisa disentuh warga, dan bermanfaat pula secara real bagi warga. Bahwa bukankah sebaiknya, pesta demokrasi itu adalah pesta rakyat, sehingga harusnya rakyat juga yang menerima manfaat nyatanya,” tutup Imawan.(fin/jon)



Loading...