Gelapkan Uang Perusahaan Rp 319 Juta | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 1599 , halim, agung

ORDER FIKTIF: Tersangka Dwi Prasetyo serta barang bukti yang diamankan di Mapolsek Singosari.

Ditangkap Setelah Jadi Buronan Polis

MALANG - Sempat menjadi buronan, Dwi Prasetyo, 36, akhirnya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Singosari, Rabu (28/8). Warga Jalan Sawojajar Gang IX Kecamatan Kedungkandang Kota Malang ini, ditangkap karena kasus penggelapkan. Ia menggelapkan uang perusahaan tempatnya dulu bekerja.
"Tersangka kami amankan di rumahnya, setelah ada informasi kepulangannya. Selama ini namanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ungkap Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Diperoleh keterangan, sebelumnya tersangka bekerja di PT. Sinar Makmur Sejahtera Mandiri, di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari. Tersangka bekerja sebagai sales yang menawarkan produk kepada konsumen.
Semula saat awal-awal bekerja, tersangka menjalankan tugasnya dengan baik. Namun karena tergiur dengan uang hasil tagihan dari konsumen, akhirnya tersangka mulai nakal. Dia menggelapkan uang tagihan yang didapat dari konsumen.
Uang yang seharusnya disetorkan ke perusahaan, ternyata malah dipakai untuk keperluan pribadinya sendiri. Perbuatannya itu dilakukan berulang kali. Sehingga perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 319,6 juta.
"Untuk melancarkan penggelapan yang tersebut, tersangka ini membuat orderan fiktif ke perusahaan," ujar mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini.
Perbuatan tersangka Dwi terbongkar setelah perusahaan melakukan audit. Pasalnya ada perbedaan antara barang keluar dengan pemasukan. Hasil audit diketahui ada kerugian yang cukup besar. Tersangka yang sadar kalau perbuatannya diketahui oleh manajemen perusahaan, akhirnya mulai menghindar. Secara diam-diam tanpa izin, tersangka keluar dari pekerjaannya. Pihak perusahaan yang tidak terima, lantas melaporkan ke polisi.
Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menyelidiki kasusnya. Petugas meminta keterangan beberapa saksi. Setelah cukup bukti, lantas menetapkan Dwi sebagai tersangka. Namun saat akan ditangkap, tersangka memilih kabur. Baru Rabu (28/8) saat pulang tersangka berhasil ditangkap. "Pengakuannya selama ini kabur dengan sembunyi ke rumah saudaranya," tuturnya.(agp/lim)



Loading...