Malang Post - GASS, Bangun Ekosistem Bersama Atasi Banjir

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


GASS, Bangun Ekosistem Bersama Atasi Banjir

Jumat, 21 Feb 2020

MALANG – Sampah masih menjadi penyumbang terbesar tidak lancarnya aliran sungai dan drainase di Kota Malang. Jumat (21/2) kemarin, Wakil Wali Kota Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko yang memimpin Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, berhasil mengangkat sampah kain terikat dengan kabel-kabel bekas bercampur dengan sampah plastik dari saluran drainase yang berada di sepanjang Jalan S Parman hingga Jalan Letjen Sutoyo.
 “Ya bisa kita lihat sendiri ini sampah ada plastik, kabel-kabel, kain panjang seperti itu lalu tadi bongkahan kayu-kayu juga ada. Semua menumpuk sepertinya sudah lama di dalam saluran air,” kata Sofyan Edi.


Dia juga turun untuk melihat kondisi saluran drainase yang tepat berada di bawah Kantor OJK Malang Jalan Letjen Sutoyo. Terlihat aliran air tidak mengalir dengan baik, bahkan cenderung statis.  Hal ini dianggapnya sebagai masalah yang harus diatasi. Karena saluran air tidak berfungsi maksimal.
“Kita lihat juga terdapat endapan di dalam saluran air. Ini membuat saluran meluap ketika hujan dengan intensitas sedang maupun tinggi datang,” ungkapnya Wawali asli kelahiran Malang ini.
Ia mengatakan, GASS di wilayah Lowokwaru juga penting dilakukan dengan seksama. Pasalnya beberapa titik di kecamatan ini juga kerap terjadi banjir, seperti kawasan Bantaran dan wilayah Jalan Letjen Sutoyo menuju Glintung.  Inilah yang diharapkannya dapat diatasi dengan GASS. Beberapa titik saluran air yang sudah ditelusuri, sampah masih menjadi barang temuan yang terbukti menyumbat saluran air.
“Ini yang harus sama-sama dijaga. Tidak hanya pemerintah, tidak hanya lurah, camatnya, semua warga harus mengetahui kondisi yang seperti ini tidak bisa dibiarkan. Ayo bareng-bareng dibersihkan dijaga drainasenya,” tegas Sofyan Edi mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan.


Ditambahkannya, tumpukan sampah dan sedimen ini juga ditemukan merupakan sampah rumah tangga. Warga juga memiliki tanggungjawab yang sama terhadap lingkungannya sendiri.
Saluran yang tersumbat dan banjir yang terjadi di Kota Malang dikatakan Sofyan harus menjadi momentum membangun ekosistem lingkungan yang terjaga.
“Terus semangat untuk GASS ini, jangan pernah lelah. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan bersih untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...