Malang Post - Ganti Truk Pengangkut Sampah dengan Compactor

Kamis, 02 April 2020

  Mengikuti :


Ganti Truk Pengangkut Sampah dengan Compactor

Senin, 30 Sep 2019

MALANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus melakukan perbaikan sistem pengangkutan sampah agar tidak mengganggu masyarakat. Salah satunya, dengan melakukan penggantian truk sampah bak terbuka dengan truk compactor.
Sampai saat ini, DLH Kota Malang masih menggunakan sebagain dump truk dalam pengangkutan sampah. Sampah yang diangkut memang ditutup dengan jaring-jaring agar sampah tidak jatuh berserakan di jalan ketika menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  
Namun, metode pengangkutan ini banyak dikeluhkan pengguna jalan yang dilewati truk maupun pengendara. Pasalnya, bau sampah yang diangkut menyebar ke sekitar.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan, penggantian armada truk pengangkut sampah tersebut dilakukan agar pengambilan sampah tidak mengganggu masyarakat. Nantinya, truk compactor mampu mengangkut banyak sampah dengan kondisi yang tertutup.
"Harapan saya memang begitu, truk-truk bak terbuka, tergantikan dengan truk compactor semua, kecuali truk yang kecil-kecil," kata dia.
Diah menguraikan, proses pengangkutan sampah menggunakan truk bak terbuka harus menggunakan jaring-jaring agar sampah yang ada di atas truk tidak berserakan atau beterbangan ke jalan. Selain itu, jika melakukan pengangkutan sampah dengan truk bak terbuka, terkadang terdapat tetesan-tetesan air dari sampah yang diangkut berbau tak sedap. Sehingga, sangat mengganggu para pengguna jalan.
"Jika menggunakan truk compactor tidak akan sampah-sampah beterbangan. Entah itu jatuh di jalan, bau tidak sedap maupun tetesan air sampah yang juga menimbulkan bau. Sistem pengangkutan sampah menjadi lebih baik dan memang harus diperbaiki," beber dia.
Saat ini, lanjut dia, DLH Kota Malang telah memiliki tujuh truk compctor. Satu truk compactor berukuran besar dan enam truk compactor berukuran kecil. Sedangkan untuk dump truk dan truk amrol, DLH Kota Malang mempunyai 34 armada.
"Usianya sudah lumayan ada yang 22 tahun. Karenanya kami upayakan untuk melakukan pergantian agar sistem pengangkutan sampah lebih baik lagi," pungkasnya.(tea/jon)

Editor : parijon
Penulis : amanda

  Berita Lainnya





Loading...