Ganden Swasta, Pemkot Komitmen Tekan Stunting | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Ganden Swasta, Pemkot Komitmen Tekan Stunting

Rabu, 29 Jan 2020,

BATU - Angka stunting dari Dinas Kesehatan Kota Batu tahun 2019 mencapai 770 balita. Pemkot Batu bersama Danone Indonesia terus berkomitmen menekan angka stunting, salah satunya melalui Program Isi Piringku. Isi Piringku dilaksanakan Pemkot bersama Danone di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.
Manager Healt and Nutricion Danone, Alwan Buchori menjelaskan, Isi Piringku bertujuan menjaga anak usia 4-6 tahun terhindar dari bahaya stunting atau tumbuh kembang tak normal. Kegiatan diisi dengan kampanye dan edukasi pangan dan gizi. Tercatat ada sekitar 300 peserta dari Organisasi Profesi IGTKI, Lembaga Paud /TK, Siswa, Orang tua siswa, TP PKK dan Management CSR Danone Indonesia bisa yang hadir.
"Dalam kegiatan ini, Danone Indonesia berkerja sama dengan NGO yang bergerak di bidang kesejahteraan masyarakat, kesehatan, lingkungan dan infrastruktur. Yakni Spektra Jatim melalui program Isi Piringku yang ingin berkontribusi tentang pemenuhan gizi yang diperlukan. Sebagai perusahaan swasta kami wajib mendukung program pemerintah," ujar Alwan Buchori kepada Malang Post, Selasa (28/1).  
Dengan menggandeng Pemkot Batu melalui Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, pihaknya ingin peran serta pemerintah daerah melindungi tumbuh kembang anak. Ini demi memaksimalkan masa depan generasi penerus bangsa.
"Selain mengampanyekan 'Ayo Minum Air 6 Gelas Perhari' kegiatan ini juga demi meneguhkan kembali semangat dan komitmen pentingnya gerakan Isi Piringku menjadi gerakan bersama untuk menurunkan angka stunting. Ini jadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia," bebernya.
Tak hanya kapanye dan sosialiasi program Isi Piringku, pihaknya juga mengadvokasi guru dan memberi pembelajaran tentang gizi baik anak-anak. Misalnya seperti pembelajaran dengan alat peraga agar anak-anak tertarik dan mengaplikasikannya di rumah.
Alwan berharap program ini juga didukung orang tua. Ini agar edukasi juga diajarkan tidak hanya oleh guru di sekolah. Tapi juga oleh orang tua di rumahnya.
"Stunting tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah. Sehingga butuh peran serta semua elemen demi mendukung program pemerintah," tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si sangat mengapresiasi Gathering Isi Piringku. Apalagi kegiatan dikemas menyenangkan untuk anak-anak dan orang tua.
"Acara ini bagus dan perlu didukung karena acara tidak formal dan menyenangkan. Tadi juga ada penjelasan bagaimana cara orang tua menyajikan makanan lengkap dan bergizi itu sangat penting," bebernya.
Menurutnya, banyak orang tua kurang sabar merawat anak karena kesibukan. Sehingga anak tidak mengenal macam-macam makanan bergizi yang disajikan. Melalui gatering inilah banyak edukasi penting untuk pemenuhan gizi dan cara mengajarkan kepada anak-anak tentang gizi.
Orang nomor satu di Pemkot Batu ini menjelaskan, tak bisa hanya pemerintah mencegah stunting, namun perlu back up swasta. Untuk pemerintah, program penanggulangan stunting seperti asupan makanan bergizi tiap sekolah, minum susu gratis. Terbaru dia meminta sekolah pemberian telur setiap dua kali seminggu.
Perlu diketahui, Danone Indonesia dan Spektra sudah menjalankan program sejak 2017 dan telah selesai dilaksanakan di 251 lembaga Paud/TK. Dengan jumlah siswa 13.284 anak dan melibatkan seluruh guru, siswa beserta orang tua siswa sebanyak 28.062 orang. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...