Galakkan Mitigasi Bencana demi Keamanan Bangsa | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 19 Jan 2020,

Bencana banjir di Jakarta dan beberapa kota lainnya menjadi penutup dan pembuka yang pahit untuk tahun 2019-2020. Berdasarkan info yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari BMKG, curah hujan yang tinggi menjadi penyebab dari rangkaian bencana tersebut. Korban jiwa pun berjatuhan. BNPB menyatakan bahwa sebanyak 30 orang meninggal di wilayah jabodetabek. Sementara itu, hampir 30 ribu orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya.

Indonesia, Negara Rawan Bencana
Indonesia merupakan sebuah negara yang berpotensi besar terjadi bencana. Jika dilihat secara geografis, ada aktivitas pergerakan lempeng tektonik aktif (Eurasia, Australia, dan dasar Samudra pasifik) yang menyebabkan terbentuknya jalur gempa aktif dan rangkaian gunung merapi aktif. Hal ini mengakibatkan adanya potensi bencana berupa gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, tsunami, dan lain-lain.
Tidak hanya itu, perilaku masyarakat pun juga turut berkontribusi dalam terjadinya bencana. Misalnya saja membuang sampah sembarangan dan ketidakpedulian terhadap kebersihan. Perilaku itu membuat penumpukan sampah di got dan muara air yang menghambat aliran air saat terjadi hujan. Tidak hanya itu, masyarakat juga belum peduli area resapan air sehingga pengecoran, pengaspalan, ataupun pemavingan pun tidak terkontrol. Akibatnya, area resapan air semakin sedikit dan tidak mampu menanggulangi derasnya aliran air.
    Berbagai bencana yang muncul  menyebabkan kerisauan terhadap kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena pelatihan dan sosialisasi tentang mitigasi bencana masih belum masif dilakukan. Padahal, mitigasi bencana merupakan hal yang sangat penting diketahui dan dikuasai oleh masyarakat dan kita sudah jauh tertinggal dari negara-negara lain yang juga rawan bencana, sebut saja Jepang.
    Jepang menjadi salah satu pioneer dalam program mitigasi bencana. Jepang mengeluarkan aplikasi mobile yang memberikan peringatan dini saat ada gempa dan tsunami. Siaran televisi pun akan otomatis beralih pada informasi gempa jika gempa terjadi. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelatihan tentang mitigasi bencana. Seperti melepas gas, membuka pintu, melindungi diri sendiri, proses mengungsi, dan lain-lain.
Yang tak kalah penting adalah pemerintah Jepang melibatkan pendidikan sebagai media yang strategis untuk mengajarkan mitigasi bencana pada generasi muda. Mereka dilatih untuk mengikuti proses evakuasi, mengatasi rasa panik, dan simulasi bencana. Semua hal tersebut memberikan bekal bagi masyarakat Jepang untuk siap menghadapi bencana kapan saja.

Menggalakkan Mitigasi Bencana di Indonesia
Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia sudah waktunya mendapatkan informasi dan life skill tentang mitigasi bencana. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, mengikutsertakan mitigasi bencana dalam kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini masih fokus kepada peningkatan kognitif, afektif, dan psikomotor. Adapun peningkatan life skill  seolah belum dipandang penting. Oleh sebab itu, mindset ini harus diubah. Mitigasi bencana harus menjadi salah satu prioritas dalam implementasi kurikulum.
Realisasi mitigasi bencana dapat dirupakan dalam sebuah mata pelajaran khusus, berupa mapel mitigasi bencana. Pelajaran ini mengajarkan siswa untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang konsep dan proses terjadinya sebuah bencana. Selain itu, dalam pelajaran ini juga memuat berbagai praktik tentang evakuasi, managemen stress, managemen konflik, dan aspek mitigasi bencana lainnya. Adapun goal besarnya adalah simulasi evakuasi yang melibatkan seluruh civitas akademika di sekolah. Dengan demikian, siswa akan siap menghadapi bencana.
Kedua, sosialisasi dan training kepada masyarakat secara terstruktur dan massif. Setiap institusi atau lembaga kerja wajib menyediakan pelatihan mitigasi bencana bagi para pegawai. Hal-hal yang harus diajarkan antara lain jalur evakuasi di gedung tempat kerja, teknik evakuasi, dan perlindungan diri.
Ketiga, sosialisasi dan exposure tentang mitigasi bencana di media massa. Pemerintah harus memiliki komitmen melakukan kampanye, peringatan bencana dan iklan edukatif dengan melibatkan media-media tersebut. Pemerintah juga bisa melibatkan peran para influencer untuk juga concern terhadap mitigasi bencana. Komitmen tersebut mulai ditunjukkan melalui program Kentongan yang dirilis oleh  Radio Republik Indonesia (RRI). Program ini merupakan program mitigasi bencana yang dirilis pada 11 September 2019 bertepatan dengan Perayaan Ulang Tahun ke 74 RRI.
Selain itu, pemerintah harus siap mencetak trainer-trainer baru yang handal untuk mitigasi bencana. Trainer tersebut melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, pemimpin lembaga/institusi kerja, dan lain-lain. Trainer tersebut mendapatkan pelatihan dan sertifikasi khusus yang bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi dan training ke masyakarat yang dinaunginya. Pencetakan trainer ini akan mempermudah dan memperluas proses dan jangkauan sosialisasi ke masyarakat.
Keempat, masyarakat. Masyarakat adalah tonggak utama dalam mitigasi bencana. Perangkat desa harus terjun langsung untuk melakukan sosialisasi pada masyarakatnya tentang potensi bencana yang ada di daerahnya. Sosialisasi ini bisa dilakukan di kantor kepala desa ataupun melalui komunitas kecil seperti kelompok tani, kelompok agama, dan lain-lain. Selain itu, peran orang tua pun tak kalah penting untuk terus belajar dan mengajarkan mitigasi bencana di sela-sela komunikasi dengan keluarganya.
Menanamkan kesiapan dalam mitigasi bencana memang bukan hal yang mudah. Namun, sinergi dari berbagai pihak akan memudahkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan mitigasi bencana yang baik, diharapkan korban yang berjatuhan akibat bencana bisa diminimalisasi.(*)

Oleh Hilmia Wardani, M.Pd
Pengajar di Tazkia IIBS Malang dan Pengamat Sosial-Bahasa

Editor : Redaksi
Penulis : Hilmia Wardani



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...