Gagal Tunangan, Sikat Siswi SMP

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Gagal Tunangan, Sikat Siswi SMP

Senin, 10 Feb 2020, Dibaca : 1920 Kali

MALANG - Patah hati membuat Ahmad Thaqiudin, 20 tahun, warga Desa Plaosan Wonosari, Kabupaten Malang gelap mata. Anak di bawah umur pun disikat gara-gara gagal tunangan akibat tak disetujui calon mertua. Korbannya disetubuhi adalah L, 14 tahun, siswi SMP asal Sumberpucung, Kabupaten Malang yang dikenal melalui media sosial Facebook.
Desember 2019, tersangka patah hati, karena pertunangannya gagal. Calon mertua, tak rela memiliki menantu seperti tersangka. Percintaan tersangka yang kesehariannya karyawan swasta pun kandas. Dalam kondisi kalut, dia mempromosikan diri, dan mencari pacar lewat Facebook.
“Dia yang suka dengan saya, setelah kenal, kami ketemu di rumah mbahnya di Wagir,” klaim Thaqiudin di depan penyidik Senin (10/2).
Pertemuan ini terjadi pada pertengahan Januari 2020. Setelah itu, korban pun dibawa pergi oleh tersangka, diajak jalan-jalan keliling Kepanjen dan sekitarnya.
Tak hanya itu, tersangka menyewa satu kamar di losmen, dan berpindah-pindah sebanyak dua kali. Penginapan terakhir yang dia singgahi, ada di kawasan Slorok Kromengan. Selama satu minggu, korban dibawa kabur tersangka. Perbuatan tak senonoh terjadi di penginapan tersebut.
Dia mengaku melakukannya terhadap anak di bawah umur, sebanyak dua kali. Selama satu minggu, orangtua korban kebingungan. Karena, korban tak pulang-pulang. Pencarian pun dilakukan. Hingga akhirnya, pada 27 Januari 2020 lalu, tersangka ke-gep di Stadion Kanjuruhan Kepanjen saat nongkrong di warung kopi.
Praktis, petualangan tersangka dalam nafsu dan kemesuman, berakhir. “Orangtua korban berupaya mencari dan ketemu di Stadion Kanjuruhan,” jelas Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana kepada Malang Post, Senin siang (10/2).
Kontan saja, setelah terpergok, orangtua korban tidak terima. Tersangka dilaporkan ke Polres Malang, dan sampai sekarang, masih mendekam di sel tahanan. Yulistiana menegaskan bahwa tersangka diancam pasal UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara, maksimal 15 tahun penjara.(fin/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Fino Yudistira