Gadis 18 Tahun Jadi Mucikar | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 08 Nov 2019, dibaca : 558 , halim, febri

MUCIKARI: R digiring petugas Polres Batu setelah menjual dua perempuan untuk kencan bersama dua laki-laki hidung belang di hotel

 

Tarif Short Time Mahasiswi Rp 1,7 Juta

BATU – Belum tuntas kasus gadis 15 tahun yang menjadi korban karena dijadikan Purel dan PSK di sebuah Karaoke Sumberpucung Kabupaten Malang, kini Kota Batu bikin heboh. Seorang perempuan berinisial R, usia 18, malah memilih menjadi mucikari. Akibatnya, perempuan lulusan SMA ini diamankan Satreskrim Polres Batu di rumahnya dan harus mendekam di ruang tahanan Mapolres sejak pekan lalu. 
R ditangkap karena telah menjual dua perempuan sekaligus kepada dua pria hidung belang. Kedua gadis masih berumur 18 dan 19, yang juga teman R. Sewaktu kencan bersama dua pria yang membokingnya, dua perempuan yang dijual R ini langsung digerebek polisi di sebuah hotel di Kota Batu. 
"Awalnya kami mendapat laporan masyarakat mengenai adanya dugaan praktik prostitusi. Setelah mendapatkan informasi, kami melakukan penyelidikan dan kemudian menggerebek di sebuah hotel," ungkap Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Tri Wahyono. 
Setelah pemeriksaan, dua perempuan yang kencan di hotel mengaku disalurkan oleh R. R selanjutnya ditangkap dan kini berstatus tersangka. Sekali kencan short time, R memasang tarif Rp 1,7 juta. Uang Rp 1 juta diberikan kepada perempuan yang melayani pelanggan, sedangkan tersangka mendapat bagian Rp 700 ribu. 
Dari dua transaksi tersebut, R bisa mengumpulkan uang Rp 3,4 juta (sebelum dibagi). Uang tersebut kini diamankan Sat Reskrim Polres Batu sebagai barang bukti. Selain uang, barang bukti yang diamankan adalah bukti transfer, HP untuk komunikasi sebelum transaksi, alat kontrasepsi yang sudah terpakai, dua handuk dan sprei. 
Dua orang yang dijual R juga sempat diamankan petugas Polres Batu. Bahkan kedua juga sempat dihadirkan menemani R ketika rilis di Mapolres Batu, kemarin. Hanya saja, dua perempuan tersebut hanya berstatus sebagai saksi. Begitu juga dua pria hidung belang tidak bisa dijerat sebagai tersangka dan hanya sebatas saksi. ‘’Tersangka hanya seorang mucikari. Sedangkan dua perempuan dan laki-laki tidak bisa dijerat sebagai tersangka,’’ terangnya. 
Sementara itu R mengaku sudah dua bulan melakukan praktik menjadi mucikari. Dalam dua bulan operasi, dia sudah lima kali melakukan transaksi dan semuanya dilakukan di wilayah Kota Batu. Sedangkan perempuan yang dijual kepada hidung belang, sebagian berasal dari Kota Batu dan ada juga mahasiswi dari Malang. 
Menurutnya, dia mendapatkan order dari pria yang membutuhkan perempuan untuk kencan di kamar hotel. Mereka biasanya melakukan komunikasi untuk transaksi melalui pesan WA. R kemudian menyalurkan perempuan seperti permintaan langsung ke hotel.  ‘’Semua order dari Batu. Sedangkan perempuannya bisa dari Batu atau mahasiswi dari Malang,’’ ungkap R. (feb/lim)
 



Kamis, 14 Nov 2019

Mugiono: Saya Ini Dijebak

Kamis, 14 Nov 2019

Temukan Passionmu

Loading...