FTSP ITN Malang Kenalkan Pekerjaan Konstruksi Masa Depan | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 31 Okt 2019, dibaca : 654 , rosi, asa

MALANG - Mantabkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa untuk hadapi era revolusi industri 4.0, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang hadirkan sejumlah pakar nasional untuk sharing ilmu. Mulai dari Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Ketua Lembaga Jasa Konstruksi Jatim, hingga Pakar Teknik Pengairan dari Universitas Brawijaya (UB).

   Baca juga : Laskar Perencana Harus Kuasai Misi Visi Kota Malang
Rektor ITN Dr. Ir. Kustamar, M.T memaparkan, event tersebut menjadi upaya FTSP untuk menyesuaikan diri seiring dengan perkembangan zaman. Sebab nantinya para mahasiswa akan terjun langsung ke dunia kerja, sehingga harus menyesuaikan kemampuan dan skill dengan kebutuhan di lapangan. 
"Ini merupakan acara rutin tahunan dari FTSP. Kita ingin mempersiapkan teman-teman FTSP, terkait dengan bagaimana infrastruktur harus bisa dipersiapkan dan cocok dengan revolusi 4.0," ungkapnya usai giat Seminar Nasional yang bertajuk Infrastruktur Berkelanjutan Era Revolusi Industri 4.0 di Aula Kampus I ITN, Kamis (31/10).
Pada kesempatan tersebut juga Kustamar menjadi pembicara terkait dengan bidang keahliannya yakni tata kelola pengairan. Ia menyampaikan terkait dengan terobosan dalam menanggulangi persoalan kekurangan air di masa kemarau dan meluapnya banjir ketika memasuki musim hujan melalui sumur bor injeksi. 
Menurutnya, bahkan sejak saat ini mahasiswa harus mampu berkontribusi aktif dalam menyumbangkan pemikirannya, khususnya terkait dengan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Lebih lanjut, para peserta seminar yang terdiri dari sivitas akademika ITN dan para mahasiswa dari Universitas Kristen Petra ini juga diajak lebih mendalami infrastruktur air masa depan oleh Pakar Teknik Sumber Daya Air dan Lingkungan, yakni Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS.
"Kita harus melakukan konservasi dalam rangka perlindungan sumber daya air, karena sudah terjadi banyak perubahan signifikan dan memberikan dampak pada kehidupan kita" pungkasnya.
Sementara itu, dua pemateri lainnya yakni Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Dr.  Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng dan Ketua Lembaga Jasa Kosntruksi Jatim Dr. Ir. Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, M.T secara khusus membahas terkait dengan konstruksi keberlanjutan yang sesuai dengan era industri 4.0. Pada kesempatan tersebut, Syarif mengimbau perguruan tinggi agar menghindari adanya missmatch antara kurikulum dengan kebutuhan dunia.
"Semua perguruan tinggi pasti punya kurikulum dan punya standar, seperti kita harus menghitung beton. Tapi ke depan cara menghitung beton harus berubah, itulah yang kita sebut dengan IT. Kalau dulu manual, sekarang tidak seperti itu," paparnya.
Selain itu, Syarif sendiri juga sempat menyinggung terkait dengan Building Information Modeling (BIM) untuk mempersiapkan mahasiswa dengan skil yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Tanpa harus mengganggu pengetahuan utama yang juga harus dienyam pada masa studi di perguruan tinggi. Harapannya perguruan tinggi seperti ITN atau perguruan tinggi lainnya bisa secara pro aktif menerapkan konsep tersebut. (asa/oci)



Loading...