Malang Post - FLOSS Ajang Penjaringan Siswa Juara

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


FLOSS Ajang Penjaringan Siswa Juara

Sabtu, 18 Jan 2020

MALANG - Penghargaan diberikan kepada siswa-siswi Sekolah Islam Sabilillah Malang (SISMA) yang beberapa hari yang lalu sukses menjadi juara dalam ajang Festival dan Lomba Olahraga dan Seni Sabilillah (FLOSS) 2020. Mereka para juara mendapatkan medali dan 'tiket' untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi di luar sekolah, seperti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional  O2SN.
FLOSS menjadi event kompetisi yang dilaksanakan secara terpadu oleh SISMA, mulai TK, SD, SMP dan SMA Islam Sabilillah.Selama dua hari kegiatan digelar, mulai 14-15 Januari, di Kampus 2 Sabilillah Jalan Terusan Ikan Piranha, Kota Malang.

   Baca juga : Tata Hati Melalui Majelis Dzikir Bina Qalbu Sabilillah


"Floss sebagai even penjaringan anak-anak yang berbakat di bidang non akademik. Mereka yang juara akan dibina secara intensif untuk mempersiapkan menuju FLS2N dan O2SN," kata Pembina Kegiatan FLOSS 2020 Ali Affandi, M.Pd. kepada Malang Post.
Dia mengatakan, kegiatan tahunan LPI Sabilillah tersebut digelar sebagai upaya menjaring siswa-siswi hebat dan berbakat di bidang olahraga dan seni. Mereka yang sukses menjadi pemenang nantinya akan menjadi utusan sekolah ke berbagai perlombaan, baik yang digelar pemerintah atau instansi lain.
Ali melanjutkan, FLOSS digelar untuk mengapresiasi siswa yang sudah latihan dan mengembangkan kemampuannya melalui ekstrakurikuler. "FLOSS kami ibaratkan sebagai ujiannya. Diharapkan dapat memompa semangat para siswa untuk berprestasi," ungkapnya.
Ada 22 bidang jenis seni dan olahraga yang dilombakan, yaitu qiroaah dan tartil, mewarna, paduan suara, tari, teater, albanjari, seni kriya, jurnalistik, desain poster digital, KIR, dokter cilik, fotografi, robotika, cipta baca puisi, futsal, voli, basket, bulu tangkis, tenis meja, pencak silat, karate, atletik dan catur.
Semua bidang kreativitas tersebut dilombakan sesuai level satuan pendidikan. Hasil itu untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi sejauh mana keberhasilan program ekstrakurikuler. Karena selama ini FLOSS menjadi media kontrol program pengembangan bakat siswa agar tetap terukur.
Sekretaris LPI Sabilillah ini menjelaskan, dalam program ekstrakurikuler setiap siswa wajib memilih satu bidang seni dan satu bidang olahraga. Sebab ekstarakurikuler tidak terpisah dari proses pendidikan.
"Di Sabilillah keduanya dikembangkan antara akademik dan non akademik. Tidak ada yang dinomor duakan. Semuanya sama-sama nomor satu," tegasnya.  
Ia menambahkan, penjaringan siswa berbakat melalui FLOSS dinilai sangat efektif untuk mendongkrak prestasi siswa Sabilillah. Terbukti sejak diadakannya kali pertama, prestasi siswa mengalami kenaikan. "Banyak siswa kami yang akhirnya lolos ke tingkat provinsi hingga nasional. Untuk akademik lebih banyak lagi, bahkan sampai taraf internasional," paparnya.
Ali yakin untuk kategori prestasi non akademik, baik FLS2N, O2SN dan lainnya, jumlah prestasi siswa yang akan diutus akan meningkat. Dengan catatan pembinaan potensi yang maksimal dan target pelatih yang lebih terarah. "Meskipun itu tidak mudah. Tapi beberapa bidang sudah ditargetkan kami untuk mencapai provinsi ke nasional," tandasnya.
Ditambahkannya, FLOSS menjadi apresiasi untuk bakat siswa untuk kedepannya lebih dikembangkan. Dan tak lepas dari sebuah ajang kompetisi, even ini dapat menumbuhkan jiwa kompetisi dalam diri siswa. Dimulai dari tingkat lembaga, mental siswa akan tertata dan semakin siap untuk menghadapi kompetisi yang lebih luas lagi.
Oleh karena itu, sebanyak 889 siswa yang ikut dalam FLOSS semuanya berjuang dengan gigih untuk menjadi juara. Tidak ada yang main-main dalam kompetisi tersebut, baik siswa maupun pelatih semuanya belajar untuk menjadi lebih baik. (imm/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...