Finalis Kakang-Mbakyu Gali Potensi Kampung Tempe Sanan

Jumat, 18 Oktober 2019

Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 510 , aim, sisca

MALANG – Menjelang karantina,  20 Finalis Kakang-Mbakyu Kota Malang Tahun 2019, Sabtu (5/10), mereka di ajak melihat dari dekat potensi kampung tematik di Kota Malang. Salah satunya di kampung tempe Sanan.
Mereka melihat jelas bagaimana kripik tempe diproses dari awal sehingga bisa menjadi kripik tempe yang gurih. Tidak sampai situ saja, 10 finalis Kakang dan 10 finalis Mbakyu juga melihat sampai proses akhir, bagaimana kripik tempe di Sanan dikemas hingga dipasarkan di galeri sentra tempe di Sanan.  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ir Lusi Ratnasari MM menjelaskan, Sabtu merupakan hari terakhir pra karantina. Setelah itu mereka akan masuk masa karantina selama tiga hari kedepan. Salah satu kegiatannya adalah mengenal potensi wisata dan ekonomi di Kota Malang.
"Selama beberapa tahun kita tidak pernah ajak Kakang Mbakyu kesini. Ini pertama kali. Karena kita ingin mengangkat potensi wisata yang juga dibalut potensi perekonomian. Tempat yang pas ya di Kampung Sanan ini," papar perempuan yang akrab disapa Lusi ini.
Ia menjelaskan, apa yang menjadi tujuan mereka dibawa Ke Kampung Sanan juga berkenaan dengan pengembangan Kampung Sanan sendiri. Diharapkan, Kakang Mbakyu nantinya memahami betul potensi wisata yang ada di Kota Malang khususnya Sanan dan menyiarkannya kemanapun ia berada.
Kakang dan Mbakyu Kota Malang akan menjadi duta Kota Malang. Berbagai hal mengenai Kota Malang harus dipahami dan diketahui. Ini menjadi kewajiban dari ia yang disematkan gelar itu nantinya.
"Dengan mengangkat tema 'Rising Milenial' Kakang Mbakyu 2019 ini akan mengadu finalis dengan bakat dan kemampuan juga pemahamannya untuk mengembangkan Kota Malang tentunya dengan semangat dan ide-ide muda kreatif dari mereka," pungkas Lusi.
Sementara itu Ketua RW 15 Sanan, Kelurahan Purwantoro Ivan Kuncoro menjelaskan, kedatangan Kakang Mbakyu merupakan sebuah keuntungan juga bagi Kampung Sanan dan industrinya. Ia memandang lebih banyak orang tahu tentang Sanan maka akan lebih baik.
Terlebih jika yang diberi edukasi adalah mereka yang akan menjad duta Kota Malang. Warga Kampung Sanan selalu menerima siapapun yang ingin melakukan pengembangan Kampung Sanan.
"Harapannya Kampung Sanan semakin terkenal. Dan potensi perputaran ekonomi disini juga lebih baik jika banyak yang mendukung," tegasnya.
Ivan menambahkan Kampung Sanan selalu siap berbagai pengalaman dan ilmu. Untuk itulah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Sanan selalu siap dan dipersiapkan untuk mengedukasi, mulai dari proses pembuatan hingga pemasaran kripik tempe. (ica/aim)



Loading...

  Follow Us