Finalis Kakang Mbakyu Dapat Pembekalan Para Ahli | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 450 , aim, amanda

MALANG - Setelah mengikuti proses seleksi yang cukup panjang, 20 Finalis Kakang Mbakyu Kota Malang 2019 mengikuti pra karantina. Mereka mengikuti berbagai macam pembekalan, mulai materi, photo shoot hingga tanya jawab.
Bertempat di ruang pertemuan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Jumat (27/9), seluruh finalis Kakang Mbakyu Kota Malang 2019 mengikuti pembekalan materi. Beberapa materi disampaikan, terkait bagaimana caranya menjadi professional ambassador, melatih kemampuan bahasa Inggris, sejarah dan pariwisata Kota Malang, pelatihan membangun kepribadian hingga belajar tanya jawab.
“Selama seharian penuh, para finalis kami beri banyak materi untuk bekal mereka menghadapi grand final pada 12 Oktober mendatang. Materi tersebut diberikan oleh beberapa ahli, seperti Deny Eka, Dwi Cahyono hingga Agoeng Soedir Putra,” terang Penanggung Jawab Pra Karantina Kakang Mbakyu Kota Malang 2019, Mangara Silalahi.
Dia menguraikan, pra karantina dimulai pada Kamis (26/9) dimulai dari photo shoot hingga Minggu mendatang.  “Nanti juga para finalis akan keliling ke kampung-kampung tematik serta kuliner khas Malangan,” jelas dia.
Menurut Mangara, pelatihan berupa pra karantina itu dinilai sangat penting untuk memberikan pelajaran dan pengalaman baru bagi para finalis.
“Pembekalan ini  diberikan untuk menambah pengetahuan. Melalui pra karantina ini mereka dibentuk dulu. Kemudian, ketika karantina, yakni tanggal 10-13 Oktober 2019 mendatang, mereka sudah terbentuk dan siap menjalani grand final,” beber dia.
Setelah masa pra karantina selesai, para finalis harus menyelesaikan tugasnya untuk membuat video ala milenial yang mampu menarik wisatawan, sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini, yakni The Rising of Milenial. “Duta wisata menjadi pembangkit gairah pemuda di Kota Malang. Mereka harus melakukan sesuatu yang terlihat di permukaan. Untuk itu, kami meminta mereka untuk membuat video khusus,” jelas dia.
Tugas berupa video tersebut, ada yang dibuat untuk perorangan untuk membangun personal branding, kemudian berpasangan untuk membahas berbagai hal yang menarik dan yang saat ini menjadi sorotan. Selain itu, juga menonjolkan destinasi wisata yang ada di Kota Malang sebagai bentuk perkenalan.
“Ada beberapa yang membuat video yang berisi tentang suatu permasalahan dan mereka berusaha mencari bagaimana solusinya. Sebagai contoh, ada yang membuat video yang membahas tentang mental illness dan lainnya,” tandas dia.(tea/aim)



Loading...