Filosofi Busana | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 22 Nov 2019, dibaca : 369 , Vandri, Inasa

Desainer muda Nabella Amalia mengundang decak kagum melalui karyanya. Alumni
D3 Tata Busana Universitas Negeri Malang (UM) ini punya selera fashion yang tinggi. Tak sekadar merancang busana, ia juga menyelipkan filosofi pada rancangannya.  
Salah satu karyanya yang memukau bertema  'Bangsawan Bohemian di Era Milenial'. Karya tersebut dikenalkan pada Malang Fashion Week beberapa waktu lalu di Graha Cakrawala UM.  
"Inspirasinya dari bangsawan Bohemian di era millenial. Jadi temanya Bohemianisme memiliki gaya hidup yang kelasnya lebih rendah," kata gadis yang akrab disapa Bella ini.
Dalam rancangan tersebut, Bella berupaya mewujudkan busana cocktail elegan yang dapat dikenakan bangsawan bohemian era milenial. Karyanya menggunakan warna dasar krem dan hitam yang mengandung arti bahwa manusia memiliki sisi baik dan sisi buruk. Dengan maksud menyadarkan manusia bahwa dalam hidup terdapat dua pilihan, yakni menjadi baik atau buruk.
"Saya juga memakai teknik manipullating fabric agar terkesan mewah pada motifnya. Karena bohemian cenderung memiliki gaya hidup yang bebas dan seadanya," katanya.
Punya karya hebat dan filosofis karena Bella besar di dunia fashion. Selain menekuni bidang desain fashion  hingga perguruan tinggi, ia lahir dan tumbuh dari keluarga yang akrab dengan bidang fashion. Ceritanya sang kakek memiliki usaha jas, sedangkan sang nenek memiliki usaha garmen kecil. Sehingga Bella kecil pun tumbuh besar dan terbiasa dengan bidang yang akhirnya ia tekuni saat ini.
"Dari kecil sudah dikenalin dunia fashion sama ibu, jadi diikutkan  fashion show sejak  awalnya. Dan aku suka, dulu kalau fashion show, bajunya sering dibikinin sendiri sama ibu," kisahnya.
Namun kemudian sang ibu memberikan saran, jika masih terus ingin berkecimpung di dunia fashion, lebih baik jadi desainer. Sebab kalau jadi model masih mungkin dibatasi dengan usia. Tapi kalau menjadi desainer maka tidak ada batasan usia untuk terus berkarya. Sejak saat itu, Bella terus bertekad untuk terus menjadi desainer.
Ia  terus bertekad mengikuti saran sang ibu. Apalagi Bella menganggap ibunya sebagai sosok inspiratif. Menurut dia, ibunya adalah sosok pekerja keras, namun masih tetap bisa meluangkan waktu bagi anak-anaknya.
Bella yang kini menjual outfit karya desainnya mengaku bersyukur karena telah terpilih untuk memamerkan karyanya pada ajang Malang Fashion Week. Sebab gelaran itu merupakan ajang show pertama, setelah ia merampungkan studi di UM pada tahun 2016 lalu. Bella berencana setelah ini bisa mengikuti ajang fashion dengan skala yang lebih besar. "Pengalamannya senang banget pasti. Karena salah satunya bisa satu stage sama guest desainer yang oke-oke banget. Bisa bikin bangga orang tua juga karena akhirnya bisa show lagi setelah lulus kuliah," kata alumni SMA NU 1 Gresik ini.(asa/van)



Kamis, 05 Des 2019

Kelola Dua Bisnis di Kepanjen

Kamis, 05 Des 2019

Dari Model Jadi Desainer

Kamis, 05 Des 2019

Belajar Dinamika Pesawat

Loading...