MalangPost | Ficco Nurdiansyah Atlet Muda Downhill asal Kota Batu

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Ficco Nurdiansyah Atlet Muda Downhill asal Kota Batu

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 5943 Kali

KETERBATASAN tak membatasi seseorang meraih prestasi. Itulah yang ditunjukkan pebalap sepeda downhill muda asal Kota Batu,  Ficco Nurdiansyah. Ia baru saja mengharumkan nama Kota Batu di kancah internasional dengan meraih juara tiga dalam balap sepeda downhill Internasional di Malaysia.

Ficco sapaan akrab  pebalap muda ini merupakan anak pertama dari pasangan Siswanto dan Nur Aisah Safitri. Bocah kalem ini mampu menunjukkan dan membanggakan kedua orang tua, daerah dan Indonesia di level internasional. Prestasi yang diraihnya itu tak mudah. Melewati perjuangan, atasi aral melintang.
"Saya mulai terjun dan ikut latihan sepeda sejak kelas VI SD. Saya ikut dan belajar latihan BMX karena rumah saya dekat trek latihan. Tinggal gowes saja," cerita Ficco tentang awalnya ia menekuni olahraga menantang tersebut.


Bocah berusia 15 tahun ini biasanya berlatih BMX di Klemuk. Sedangkan rumahnya berada di Jalan Trunojoyo, Gang 3, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Ficco awalnya belajar menggunakan sepeda pinjaman. Maklum, sepeda downhill malah.
Siswa kelas X SMKN 1 Kota Batu ini masih ingat, ia  belajar menggunakan sepeda yang dipinjamkan Afos. Atlet profesional downhill Kota Batu ini pula yang mengajarinya.
"Saya kenal Mas Afos dan diajak race BMX mulai tahun 2018. Kemudian diajak mengawali latihan downhill pertama kali di Klemuk. Saat pertama kali itu saya takut belajar karena jalur yang curam. Sepedanya pernah saya tuntun karena takutnya," kenangnya.


Orang tua Ficco tak tinggal diam. Mereka memberi dukungan membeli sepeda downhill dengan cara nyicil. Sepeda pertama dibelikan waktu pulang Porprov Jatim. “Dibelikan ibu yang bekerja sebagai PKL dan ayah yang bekerja sebagai karyawan di Air Panas Songgoriti," ungkap kelahiran Batu, 22 Juni 2004 ini.
Setelah punya sepeda sendiri, pada akhir 2019  ia mengikuti seleksi team Spartan Racing. Di seleksi itu, ia lolos.  Beruntung  manajer Spartan Racing berasal dari Batu, yaitu Christian Kilim yang  juga coach sama seperti Afos.


Seiring berjalannya waktu, berbagai prestasi diraih Ficco. Mulai dari meraih peringkat 3 kejuaraan downhill di Kediri, peringkat 3 donwhill di Kudus, peringkat 3 downhill di Bukit Kungkuk Batu, dan peringkat 2 downhill di Bukit Ledok Ombo Malang. Terbaru meraih peringkat 3 Donwhill Internasional Bukit Dinding, Malaysia kelas Youth.
Untuk meraih berbagai prestasi itu, tentu latihan rutin harus lakukan setiap hari. Mulai Senin-Jumat dengan latihan endurance, gym, sprint, dan core. Sedangkan  Sabtu-Minggu latihan downhill ke Klemuk, Panderman dan banyak lagi trek di Kota Batu.


Menurut dia, Kota Batu hanya sedikit atlet downhill yang masih muda. Hanya dua orang, salah satunya Ficco.  "Bukannya sulit untuk menjadi atlet downhill, tapi tidak adanya kemauan bagi anak muda yang ada di Kota Batu. Mengingat trek sebenarnya sudah ada. Tinggal keinginan dan kemauan berlatih," imbuhnya.


Sedangkan soal pengalaman bertanding ia mengungkapkan baru pertama kali berlaga di Bukit Dinding, Malaysia. Ia sempat merasa sangat ragu saat bertanding di luar negeri. Terutama melihat  lawan dari berbagai negara.
Apalagi dia belum pernah mencoba trek tersebut. Sudah begitu, persiapannya sangat mepet. Belum lagi situasi trek di Malaysia menurut Ficco jauh berbeda dengan di Indonesia. Karena banyak akar dan batu serta suhu udara yang sangat panas menjadi kendala tersendiri saat balap.
"Namun dengan menatap ke belakang, melihat dukungan dari orang tua dan tim,  semua bisa saya lewati. Berhasil menyelesaikan perlombaan dan keluar sebagai juara 3," katanya. (kerisdianto/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto