Festival Mbois 4 Dongkrak Ekonomi Kreatif Dengan Konsep 3C | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 444 , aim, amanda

MALANG - Setelah sukses dalam tiga gelaran, Festival Mbois IV kembali digelar di Kota Malang. Ajang yang diselenggarakan Malang Creative Fusion (MCF) bersama Pemkot Malang ini dilaksanakan 4-10 November. Gelaran ini sejalan dengan misi visi Pemkot Malang, mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan.
Event yang juga menggandeng Biro Ekonomi Provinsi Jawa Timur, Bank BNI Wilayah Malang, Indonesia Creative Cities Network ini menggelar pameran 16 subsektor industri kreatif jejaring MCF. Mengangkat tema 'The Power of Collaboration as A Legacy', puncak event yang menjadi ajang kolaborasi para pelaku industri kreatif ini digelar di Koridor Kayutangan Jalan Basuki Rahmad Kota Malang, pada 9-10 November.
 "Kami menggandeng 30 komunitas pengisi tenant pasar kreatif, enam komunitas memberi pelatihan dan workshop, dua komunitas kolaborasi di workshop branding dan vlog," papar Badan Kerjasama MCF, Ammar Alpabet kepada Malang Post.

   Baca juga : Pasar Kreatif Perluas Pemasaran Produk
Selain itu, ada juga beberapa kompetisi kreatif, seperti parade band pelajar, lomba menggambar Ken Arok bagi anak-anak hingga community show. "Melalui festival ini, kami berharap, seluruh komunitas bisa melakukan kolaborasi. Sehingga, sinergi pentahelix yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bisa terwujud," lanjut dia.
Lebih lanjut, Amar menguraikan, Festival Mbois IV merupakan wujud kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Sekaligus sebagai ajang untuk mewujudkan konsep 3C, yakni connecting, collaborating dan commerce. "Para pelaku industri kreatif bisa bertemu dan terkoneksi untuk menciptakan hasil karya. Diharapkan, para pelaku industri kreatif bisa terus menjalin komunikasi dan kolaborasi, sehingga menggerakkan ekonomi kreatif," jelas dia.
Sehingga, wujud kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya bisa bermanfaat bagi pelaku industri kreatif saja, namun juga masyarakat luas.
Salah satu upaya peningkatan ekonomi kreatif seiring sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang dalam ekonomi kreatif.
"Pergerakan pelaku industri kreatif dan program perencanaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dapat sejalan. Sehingga, bisa saling menguatkan," beber dia.
Festival Mbois IV ini memberikan sajian yang berbeda dari sebelumnya. Diharapkan, bisa menyedot perhatian masyarakat dan menarik jumlah pengunjung hingga 10 ribu orang. "Festival ini hanya full berisi pameran kreatif, sebagai ajang unjuk gigi pelaku kreatif. Selain untuk branding, juga dijadikan ajang untuk kolaborasi sekaligus mengenalkan potensi kreatif kepada masyarakat," kata dia.
Menurutnya, industri kreatif adalah industri yang berbasis knowledge dan kreatifitas. Sehingga, menghasilkan bisnis bentuk baru, dengan modal sedikit dan dengan keuntungan yang berlipat. Bahkan, jumlahnya cenderung fantastis. Sebab, bisnis tersebut mampu meningkatkan nilai produk dan jasa yang dihasilkan.
"Sejauh ini, potensi industri kreatif di Kota Malang cukup tinggi. Ada beberapa produk, baik kuliner maupun aplikasi bisa memiliki bilai ekonomi yang cukup besar. Bahkan, bisa memberikan kontribusi hingga kancah nasional," tandas dia.(tea/aim)



Loading...