Festival Kendaraan Hias 2019, Atraksi Dishub Pukau Warga, PDAM Usung Filosofi Suket | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 741 , Bagus, Amanda

MALANG - Ratusan kendaraan hias menjadi pusat perhatian warga Kota Malang, Minggu (25/8). Mereka berangkat dari Balai Kota Malang dalam rangka Festival Kendaraan Hias Tahun 2019. Acara super menarik ini adalah program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Seluruh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kelurahan berkreasi untuk menghias kendaraan. Ada yang menggunakan tema rumah susun, miniatur robot dan masih banyak lagi.
Sebelum berkeliling, mereka melakukan unjuk kebolehan di hadapan dewan juri dengan meneriakkan yel-yel dan tarian. Setelah itu, mereka mulai berjalan mengikuti rute yang telah disiapkan. Yakni melewati Jalan Kahuripan, Rajabally, Jalan Semeru dan berakhir di depan Kantor Perpustakaan Kota Malang.Pemenang berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 45 juta, trophy dan juga piagam.
Acara dibuka dengan atraksi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Para srikandi Dishub menghipnotis penonton dengan sepeda santai. Disusul kemudian atraksi dengan menggunakan sepatu roda dan juga segway. Menariknya, dalam atraksi tersebut, Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto juga turut andil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan atraksi motor trail dan juga motor gede khas Dishub yang setiap harinya digunakan. Atraksi tersebut sekaligus menunjukkan sarana patroli yang digunakan oleh Dishub untuk mengatur lalu lintas dan juga mengatur parkir.
Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menegaskan, dalam memeriahkan kemerdekaan, ia mengajak masyarakat untuk memaknai dan mengisi hari kemerdekaan dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, semua elemen masyarakat harus bergotong royong, menjaga persatuan dan kesatuan serta isi kemerdekaan dengan kreativitas anak bangsa. “Mengisi hari kemerdekaan dengan ajang kreativitas anak bangsa sangatlah bagus. Terima kasih kepada seluruh yang terlibat mulai dari OPD, komunitas masyarakat, dan seluruhnya yang ikut menguatkan entitas dan identitas bangsa,” ujar dia.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat Kota Malang, agar senantiasa ikut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan karena Malang adalah potret indonesia.
“Saya kita tadi keragamannya yang kita ambil, tagline yang kita ambil dari malang untuk Indonesia dan dunia. Jadi ini tidak kita pahami secara tekstual saja, tapi lebih dari itu yang kita ambil dan harapankan akan menggerakkan ekonomi rakyat," tandas dia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, festival kendaraan hias tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-74 Republik Indonesia. Kali ini, tema yang diangkat adalah Menuju Malang Creative City, dari Malang untuk Indonesia dan dunia.
"Dalam acara ini, ada 113 kendaraan hias, yang terdiri dari 106 mobil dan enam sepeda," terang dia.
Acara tersebut merupakan salah satu program pengembangan destinasi wisata Disbudpar untuk meningkatkan wisatawan. Ada beberapa kriteria yang menjadi unsur penilaian. “Pertama adalah kreativitas. Kedua, mengangkat kearifan lokal dengan nilai-nilai nusantara. Kemudian yang ketiga bagaimana mereka berkreasi, agar potensi-potensi yang ada instansinya, dinasnya terangkat," kata dia.
Festival kendaraan hias tersebut berhasil dimenangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang untuk Juara I, Juara II PDAM Kota Malang dan Juara III diraih oleh Kecamatan Blimbing dalam kategori OPD, BUMN, BUMD dan stakeholder pariwisata. Sementara, untuk kategori masyarakat umum, komunitas dan media, Juara I diraih oleh Kelurahan Polowijen, Juara II diraih oleh Kelurahan Purwodadi dan Juara III diraih oleh Kelurahan Ksatrian. Sedangkan untuk kategori SMP, SMA dan SMK, Juara I berhasil diraih oleh SMPN 23 Malang, Juara II diraih oleh SMK Telkom dan Juara III diraih oleh SMPN 18 Malang.
Salah satu juara, yakni PDAM Kota Malang menghias kendaraannya dengan sangat menarik. Selain menghadirkan bunga dan tanaman  ada miniatur kran air yang membuat suasana semakin meriah. "Di sini, kami ingin menampilkan bahwa PDAM tidak hanya berkutat pada pelayanan prima kepada pelanggan saja. Namun juga peduli dengan konservasi alam yang terus dilakukan secara dinamis, utamanya di sumber mata air," jelas Dirut PDAM, M. Nor Muhlas.
Dalam kendaraan hias tersebut, juga terdapat hiasan berupa Wayang Suket yang mencerminkan budaya kerja PDAM Kota Malang. Sesuai dengan mottonya, yakni Pelayanan Terbaik Merupakan Kebanggaan Kami. Filosofi wayang suket tersebut menggambarkan keberadaan air yang ada di alam, akan memiliki nilai manfaat.
"Suket (rumput) yang hidup di alam apabila terawat, bisa memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat. Begitu juga dengan air," jelas dia.
Muhlas menambahkan, melalui kendaraan hias tersebut, pihaknya sekaligus berkampanye untuk menjaga dan melestarikan air. Untuk itu, PDAM melakukan inovasi berupa air siap minum atau yang dikenal dengan istilah Zona Air Minum Prima (ZAMP).  "Inovasi tersebut juga dilengkapi dengan teknologi digital yang saat ini sedang kami gencarkan, yakni Twuin Command Center, yang merupakan sistem monitoring distribusi air, yang terintegrasi secara real time," tandas dia.(tea/ary)



Loading...