Felipe Americo Memilih Bertahan

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Felipe Americo Memilih Bertahan

Jumat, 03 Apr 2020, Dibaca : 2295 Kali

MALANG – Pelatih Kiper Arema FC, Felipe Americo memutuskan tetap bertahan di Malang sekalipun tim sedang libur panjang. Pertimbangan keselamatan membuat pelatih asal Brasil itu memilih tidak pulang kampung, di tengah wabah virus Corona yang menyerang ratusan negara di dunia tersebut.

 

Tim Arema FC sendiri dipastikan libur, setidaknya sampai 4 Mei 2020. Berdasarkan keputusan terbaru, tim pelatih meliburkan latihan yang sejatinya dimulai 31 Maret lalu. Praktis, masih ada waktu sekitar satu bulan sebelum Arema kembali berlatih. Namun, potensi libur diperpanjang terbuka, tergantung dengan kondisi penyebaran virus Corona.

 

Keputusan tersebut membuat satu per satu pemain dan ofisial dari luar kota meninggalkan Kota Malang. Akan tetapi, Felipe Americo, memutuskan tetap bertahan di Kota Malang meskipun tak ada kegiatan tim.

“Saya pikir kalau saya pulang situasi akan lebih bahaya bagi keluarga saya. Keluarga saya di Brasil sudah membatasi diri dari lingkungan luar dan dalam kondisi sehat. Kalau saya pulang pasti itu akan lebih berbahaya bagi mereka,” kata Felipe.

 

Dia menyampaikan, keputusan bertahan di Malang tidaklah mudah. Tak ada satupun keluarganya dan kondisi mes Arema pun sepi. Namun ia paham, kondisi saat ini darurat. Perjalanan pulang sangat berisiko.

Bila kembali ke Brasil, dia harus melalui waktu lebih dari 24 jam. Ia akan bertemu dengan banyak orang, yang tidak diketahui kondisinya. Mantan pelatih kiper Barito Putera itu tak mau memaksakan diri.

“Sekalipun saya di Brasil, saya akan tetap berada di dalam kamar sendiri (dikarantina) 10 atau tujuh hari. Saya tidak tahu kesehatan saya setelah perjalanan. Oleh karena itu, saya berkomunikasi dengan keluarga. Lebih bagus saya tetap di sini," tambahnya.

 

Felipe sendiri baru sekitar tiga bulan datang di Indonesia. Ia kini tinggal di rumah yang dikontrak oleh manajemen Arema di salah satu perumahan di Kota Malang. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi