MalangPost - Evaluasi Manajemen Perumda Tugu Tirta, Hari Ini Sidang Gugatan Warga Korban Krisis Air

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :


Evaluasi Manajemen Perumda Tugu Tirta, Hari Ini Sidang Gugatan Warga Korban Krisis Air

Selasa, 28 Jan 2020, Dibaca : 678 Kali

MALANG - DPRD Kota Malang akan mengevaluasi manajemen Perumda Tugu Tirta pasca jebolnya pipa transmisi berkali-kali dua pekan terakhir. Tak hanya evaluasi, Komisi B DPRD Kota Malang juga bakal memperketat pengawasan pada manajemen perusahaan milik Pemkot Malang tersebut. Dewan meminta Perumda berhati-hati mengeluarkan kebijakan, agar tak muncul spekulasi miring.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Makhfudz kepada Malang Post. Keterangan dia berikan, berkaitan dengan evaluasi pengawasan legislatif usai kejadian jebolnya pipa mengakibatkan krisis air di kurang lebih 30 ribu pelanggan di Kota Malang.
“Tentu ini saya tegaskan akan ada evaluasi. Mulai dari manajemen, teknis hingga pelayanannya akan kami perhatikan betul. Jangan sampai yang kayak gini terjadi lagi,” tegas Politisi PAN ini kemarin.
Menurutnya kejadian pipa jebol ini menjadi momen berbenah manajemen Perumda Tugu Tirta Kota Malang ke depan. Mereka diharapkan dapat kembali menata manajemen teknisnya, utamanya dalam pelaksanaan pemasangan pipa.
Standar dan kebijakan manajemen utamanya jika mendapatkan hibah atau bantuan harus jelas. Maksudnya, bisa menolak pemberian bantuan atau hibah dari manapun jika tidak sesuai kebutuhan atau spek untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Malang.
“Ya ini jadi evaluasi betul ke depan kalau menerima bantuan apa lihat dan perhatikan lagi,” tandasnya.
Pihaknya juga meminta evaluasi besar agar kebijakan Perumda lebih tepat, terutama jika ada kejadian sama. Agar tidak muncul banyak spekulasi miring terhadap kerja Perumda Tugu Tirta Kota Malang ke depan.
Seperti di antaranya, ada spekulasi jebol pipa dibiarkan terjadi, agar Kota Malang cepat mendapatkan bantuan dari pusat untuk mengganti pipa. Atau spekulasi lain yang mengatakan kejadian pipa jebol dimanipulasi atas dasar alasan bermacam-macam.
“Ya spekulasi memang ada tetapi apa yang dilakukan selama ini kami pikir ini tidak seperti itu. Yang jelas pipa jebol memang ada kerusakan teknis, yang memang wajar jika langkah cepat adalah meminta bantuan dari pusat,” tegas Lookh.
Menurutnya, apa yang dilakukan Perumda Tugu Tirta selama ini memang sudah maksimal meskipun kedepan perlu dilakukan evaluasi besar. Langkah terdekat yang akan dilakukan Komisi B DPRD Kota Malang adalah mengawasi betul Rencana Bisnis (Renbis) Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Rencananya pemaparan Renbis akan segera dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
“Kami bakal lihat betul rencana mereka apa. Apalagi secara teknis pelayanan akan kita awasi itu,” tegasnya.
Sementara itu, selain evaluasi besar, Perumda Tugu Tirta masih harus menghadapi proses persidangan atas gugatan yang dilayangkan warga Perum Bulan Terang Utama (BTU), mereka menjadi korban krisis air akibat jebolnya pipa.
Hari ini, pukul 09.00 WIB di PN Malang, Komisi B DPRD Kota Malang yang juga sebagai pihak turut tergugat akan hadir dalam proses sidang perdana tersebut. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi membenarkan hal ini. Ia kebetulan akan menjadi wakil dari Komisi B untuk menghadiri sidang perdana tersebut, bersama dengan anggota dewan lainnya Rahman Nurmala dan Harvard Kurniawan.
“Kami siap hadir dan memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses sidang,” tegas Arief Wahyudi.
Sementara itu kondisi terakhir di lapangan usai pipa transmisi air yang jebol, baik di kawasan Jl Raya Kidal maupun Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang selesai diperbaiki, seluruh wilayah terdampak sudah teraliri air.
Herry Mahabella, salah satu warga Kelurahan Wonokoyo mengatakan pagi kemarin, air akhirnya sudah mengalir ke rumahnya. Ia menjadi korban selama kurang lebih dua pekan, tidak mendapat aliran air sama sekali. Kawasan Wonokoyo memang menjadi kawasan paling lama terdampak.
“Alhamdulillah sudah mengalir di Wonokoyo,” ungkapnya kepada Malang Post.
Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, beberapa kawasan salah satunya sekitar Kelurahan Bumiayu, tepatnya di Perum Emerald Garden, aliran air mati. Diakui, beberapa hari belakangan perumahan ini juga masih terganggu aliran airnya.
Walaupun ketika tengah malam, sekitar pukul 23.00  –  01.00 WIB dini hari, air mulai kembali mengalir. Nampaknya dampak gangguan aliran air masih dirasakan sebagian warga hingga saat ini.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina