Eksistensi Bahasa Arab Di Era Industri 4.0 | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 20 Jan 2020,

Tahukah Anda kapan ditetapkannya hari bahasa Arab sedunia. Sebagaimana pendapat Fakhruddin (2018) menjelaskan, 18 Desember 1973 ditetapkan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultur Organization) sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia. Bahasa Arab berada dalam urutan ke-6 dari 22 bahasa negara di seluruh dunia.  Sebagaimana pendapat Ahmad Zarkasih (2012), bahwa penetapan ini merupakan hasil inisiatif dua negara anggota UNESCO yaitu Maroko dan Saudi Arab guna menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi yang digunakan dan diakui dunia internasional.
Salah satu alasan mengapa bahasa Arab ditetapkan sebagai bahasa internasional, selain bahasa Inggris, karena peran bahasa Arab yang sangat besar dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan keilmuan di kancah dunia dari dahulu hingga sekarang. Lebih dari 422 juta jiwa di seluruh penjuru dunia menggunakanan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari mereka, khususnya Timur Tengah dan Afrika Utara.
    Menurut pendapat  Anna Zakiyah (2018), dengan diperingatinya hari bahasa Arab ini sangat mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan dan pengenalan khazanah sastra Arab kepada khalayak umum. Pada peringatan hari bahasa Arab sedunia, biasanya di sekolah-sekolah atau kampus-kampus yang menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu materi/mata pelajaran di instansinya digelar berbagai event, seperti seminar, workshop, pertunjukan seni, bazar, perlombaan yang bernuansa kebudayaan Arab, dan lain sebagainya.
Mengapa kita wajib mempelajari bahasa Arab? Sejalan dengan pendapat Ustadz Muhammad Rifyal dalam Arabic Quantum Learning menjelaskan, ada banyak hal yang menjadi penyebab mengapa kita harus mempelajari bahasa Arab baik secara lisan maupun tulisan. Pertama, bahasa Arab adalah bahasa Alquran serta bahasa Hadits Nabi. Sehingga,  jika kita menguasai bahasa Arab maka dengan mudah kita memahami Alquran dan Hadits serta mengamalkannya. Oleh karena itu, memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama.
Kedua, bahasa Arab adalah bahasa yang mulia. Artinya, bahasa Arab dapat memberi manfaat bagi kehidupan di dunia. Di samping itu bahasa Arab juga memberikan manfaat bagi kehidupan akhirat. Ketiga, mempermudah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Sebab bahasa Arab menjadi sarana mentransfer pengetahuan melalui membaca teks berbahasa Arab. Penguasaan ilmu pengetahuan juga bisa diperoleh dengan menyimak teks berbahasa Arab.
Keempat, meningkatkan ketajaman daya pikir. Umar bin Khaththab berkata, “Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia dapat menguatkan akal dan menambah kehormatan.” Lantaran di dalam bahasa Arab terdapat susunan bahasa indah dan perpaduan yang serasi antar kalimat.
Kelima, mempengaruhi pembinaan akhlak. Ibnu Taimiyyah berkata, “Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh sekali terhadap daya intelektualitas, moral, agama (seseorang) dengan pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. Demikian juga akan mempunyai efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari kalangan sahabat dan meniru mereka, akan meningkatkan daya kecerdasan, agama dan etika.”
Keenam  sebagai orientasi kehidupan di era global. Setidaknya ada empat orientasi belajar bahasa Arab di era global. Oreintasi religius, yaitu belajar bahasa Arab untuk tujuan memahami dan memahamkan ajaran Islam. Orientasi akademik ilmiah, yaitu belajar bahasa Arab untuk memahami ilmu dan keterampilan bahasa. Orientasi profesional yaitu belajar bahasa Arab untuk keterampilan profesi, praktis atau pragmatis. Orientasi ideologi dan ekonomis, yaitu belajar bahasa Arab untuk memahami dan menggunakan bahasa Arab sebagai media untuk kepentingan orientalisme atau hegemoni sosial, politik, dan ekonomi. Bahasa Arab merupakan kunci utama untuk mengetahui pengetahuan dan kebudayaan Islam.
Ketujuh, bahasa Arab merupakan sarana terkuat untuk mewujudkan persatuan/hubungan diantara umat muslim. Baik persatuan antara umat muslim dalam satu negara, maupun persatuan antara umat muslim di berbagai negara di dunia.
Kedelapan, dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat Arab. Bahasa Arab juga digunakan oleh orang di seluruh dunia dan menjadi bahasa resmi di 24 negara. Dengan belajar bahasa Arab, kita dapat berkomunikasi dengan berbagai orang di seluruh dunia.
Kesembilan, berpengaruh positif terhadap akal, akhlaq, dan agama. “Dan ketahuilah, membiasakan berbahasa Arab akan sangat berpengaruh positif terhadap akal, akhlaq, dan agama.” (Iqtidha` Sirathil Mustaqim, Ibnu Taimiyyah). Seseorang yang pandai bahasa Arab cenderung senang untuk membaca dan menelaah berbagai kitab para ulama sehingga akan tumbuh rasa cinta untuk menghafal Al-Qur`an serta Hadits Nabi SAW. Dengan demikian, itu akan memperbaiki kualitas akal, akhlaq, dan agamanya.
Kesepuluh, sebagai bekal untuk mengajarkannya kepada anak-anak maupun khalayak luas sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam. Mengingat referensi dakwah banyak menggunakan bahasa Arab. Sehingga, pengajaran bahasa Arab mutlak diperlukan.
    Dengan ditetapkannya bahasa Arab sebagai bahasa dunia, bahasa Arab bukan hanya sebagai bahasa bagi umat Islam semata. Di Indonesia, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa Asing yang harus dipelajari oleh para peserta didik terutama sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, seperti MI, MTs, MA, dan Perguruan Tinggi. Kita patut berbangga diri jika kita dapat mempelajari bahasa Arab dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    Faktanya, pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan disebagian madrasah mengalami beberapa  kendala. Kurang minatnya peserta didik dalam mempelajari bahasa Arab dibanding bahasa Asing lain,  seperti bahasa Inggris. Metode, metode yang digunakan para pendidik dalam mengajarkan bahasa Arab masih kurang bervariatif dan masih menggunakan metode monoton sehingga kurang memberikan motivasi belajar peserta didik. Penggunaan media pembelajaran yang masih minim.
    Oleh karena itu, sebagai guru atau pendidik diharuskan lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajarannya agar dapat menciptakan pembelajaran yang aktif  dan menyenangkan bagi peserta didik. Hal ini selaras dengan tuntutan guru di era 4.0 yang mewajibkan bagi setiap guru harus lebih meningkatkan kompetensi dan “melek digital” serta menempatkan posisinya sebagai coach bagi peserta didik. Selain itu, guru atau pendidik diharapkan mengikuti pelatihan atau seminar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Jika hal demikian dilakukan, peserta didik akan menjadi lebih senang dan antusias dalam belajar. Akhirnya, target pembelajaran bahasa Arab akan tercapai secara maksimal dan lebih bagus.
    Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahasa Arab adalah bahasa internasional dan memiliki banyak manfaat. Agar pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai dengan baik, dibutuhkan pembiasaan setiap saat selain metode dan media yang mendukung dalam pembelajarannya.Peran bahasa Arab akan tetap eksis pada era industri 4.0 ini. (*)

Siti Nurul Fitriani
Guru Bahasa Arab MTsN 1 Kota Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Siti Nurul Fitriani



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...