Ekonomi Kreatif Untuk Kesejahteraan Rakyat | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 23 Sep 2019, dibaca : 243 , aim, sisca

Pengalaman menjadi warga kelas pekerja kecil menengah yang membangun usaha dari nol membuat H Asmualik, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang periode 2019-2024 mengerti apa yang harus diperbaiki dari sistem pemerintah agar dapat pro rakyat kecil. Utamanya bagi pelaku UKM.
Pria kelahiran 1969 ini mengakui sistem kebijakan Pemkot Malang untuk membangun perekonomian hanya bisa sukses dilakukan jika simbosis mutalisme diterapkan.
“Tidak hanya anak muda yang dikembangkan ide kreatifnya tetapi mereka pengusaha yang sudah ada sejak lama juga diajak. Caranya ide kreatif dari anak muda dipakai untuk mengembangkan usaha yang sudah ada sejak dulu secara meluas dengan digitalisasi,” paparnya.
Dengan aplikasi, misalnya, ide anak muda dapat membantu pengusaha lawas untuk berkembang. Hasilnya pun bisa dibagi dengan adil.
Alumnus S1 Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memiliki visi tersebut dan menatanya dengan jelas. Ambisi ini tentu hanya didasari oleh tujuan utamanya berpolitik sejak dulu.
“Ya saya terjun ke dunia politik karena memang ingin mendorong kebijakan pemerintah yang sesuai dengan hati rakyatnya,” tegas pria yang juga pernah menempuh pendidikan DIII Politeknik Malang ini.
Keinginannya masuk ke dunia politik tidak lain ingin kelompok menengah kebawah Kota Malang sejahtera. Akan tetapi hanya pelaku usahalah yang juga mengerti kendala ataupun keinginan pelaku usaha lain.
Awalnya suami Aris Mazida ini menjadi pengusaha distributor garmen di Kota Malang. Sejak 1996 usaha tersebut ia bangun bersama keluarganya. Akan tetapi ia dan sang istri menginginkan pengalaman dan pengetahuan lebih jika ingin berkembang.
“Jalurnya adalah berpolitik dan dijalani terus hingga saat ini,” tegasnya.
Ia menjelaskan, di kursi DPRD Kota Malang ia kembali akan mengangkat derajat pelaku usaha menengah dan mikro dapat bertumbuh kembang dengan pesat. Salah satunya dengan mendorong terus kebijakan pemda yang berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan usaha.
Proyek Malang Creative Center (MCC) menjadi proyek yang akan diawasai penuh olehnya pribadi. Selain karena manfaatnya akan bersentuhan dengan pelaku usaha, juga akan diawasi pelaksanaanya lebih rinci.
“Jangan sampai yang pemain lama (pegusaha lama,red) tersingkirkan. Digitalisasi harus mampu merangkul semua kalangan untuk berkembang,” pungkas bapak 6 anak ini. (ica/aim)



Loading...