Ekonomi Digital Kreatif Kota Malang Siap Topang Indonesia Maju | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 20 Okt 2019, dibaca : 624 , aim, HMS

MALANG - Bagi Kota Malang,  Kabupaten Malang dan Kota Batu menjadi semangat satu jiwa adalah keniscayaan. Sebagaimana diutarakan Wali Kota Malang,  Sutiaji,  bagi masyarakat tiga daerah ada satu ikatan sekaligus slogan yang menyatukan gerak langkah dalam Salam Satu Jiwa (Sasaji)  Arema dan Salam Satu Jiwa,  Indonesia.
Ditegaskan Sutiaji,  (Sasaji) jiwa kita adalah jiwa bangsa Indonesia yang. Yang menyatukan kita adalah Indonesia, maka salam satu jiwa harus kita pekikkan. "Insya Allah di Bhumi Arema kami cinta kondusif," kata Sutiaji.
Pada kondusifitas daerah, Kota Malang menegaskan di tahun 2020 konsen membangun ekonomi kreatif. Bahkan menurut Pak Aji,  demikian Wali Kota Malang akrab disapa,  bahwa Presiden Jokowi dan Gubernur Jatim Khofifah menitipkan Malang untuk menjadi barometer ekonomi kreatif di Indonesia. Dalam koridor tersebut,  Malang Raya saling menguatkan dan saling melengkapi. Contoh terdekat adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari yang lokusnya ada di kabupaten Malang,  namun sumber daya insani serta pusat informasi dan teknologi ada di  Kota Malang. Dan itu akan mewarnai keberadaan KEK Singosari.
Potensi strategis Kota Malang dalam memacu ekonomi kreatif dan khususnya ekonomi digital,  karena ada 62 perguruan tinggi di Kota Malang. Dan dari 62 PT tersebut,  yang memiliki basic ekonomi kreatif digital ada 21 perguruan tinggi.  Mereka mereka itu yang memberi warna pertumbuhan ekonomi digital kota Malang.
"Mahasiswa di Kota Malang tidak kurang dari 100 ribu orang per tahun. Itulah yang membuat bagaimana kita berupaya membangun itu. Karena itu pada tahun 2020 akan kami bangunkan rumah kreatif (Malang Creative Centre) yang dianggarkan Rp180 miliar,  "kata Pak Aji.
Pembangunan  Digital Creative Center, kata Sutiaji, akan menjadi pusat kegiatan kreatif masyarakat. Hal itu sejalan dengan tagline dari Malang untuk Indonesia dan dunia. Kota Malang optimis ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong kesejahteraan dan solusi masalah perkotaan. Adapun pelaksanaan programnya berjejaring dengan kampus perguruan tinggi.
Menurut Sutiaji, ekosistem kreatif sudah terbentuk. Kini banyak bermunculan startup dan co working space berimbas positif pada perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. “Kalau startup kita sudah terisi dan Alhamdulillah Kota Malang ditunjuk sebagai kota kreatif Indonesia,” imbuhnya.
Penguatan komunitas ekonomi kreatif akan terus dipacu agar menjadi pilihan untuk pengembangan Indonesia masa depan. Dengan demikian dampaknya bukan hanya di lingkup Kota Malang, tetapi mencakup nasional.
Berdasarkan data di Malang Center of Production House in Digital Technology, subsektor games dan aplikasi baik produk maupun servis jasa tumbuh positif sejak 2017 sampai 2019. Dari semula hanya 92 perusahaan starup dan studio, kini meningkat tajam menjadi 151 perusahaan, menyerap sekitar 2.200 tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja bidang akuntasi dan marketing. Demikian juga pertumbuhan komunitas kreatif naik dari 10 komunitas menjadi 18 komunitas di dalamnya ada sekitar 624 pelaku personal linear dan aktif tersebar di 21 perguruan tinggi (3 negeri dan 18 swasta) dari 54 perguruan tinggi di Kota Malang termasuk merambah 48 SMK. Adapun co working space (tempat kerja bersama) di lima kecamatan meningkat dari semula 5 lokasi menjadi 18 lokasi sukses meluluskan sekitar 4.800 orang per tahun.
Dari kota Malang untuk Indonesia dan dunia,  sampaikan selamat atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH.  Ma'ruf Amin, Masa Bhakti 2019 - 2024. (aim/hms/*)



Minggu, 17 Nov 2019

Anak 9 Tahun Dimangsa Tetangga

Loading...