Edarkan Pil Koplo di Poncokusumo

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Edarkan Pil Koplo di Poncokusumo

Sabtu, 07 Mar 2020, Dibaca : 1200 Kali

MALANG - Keresahan masyarakat Poncokusumo terhadap adanya peredaran dobel L dijawab oleh Polsek Poncokusumo dengan penangkapan pengedarnya. Kamis (5/3) lalu, Unit Reskrim Polsek Poncokusumo, membekuk satu pelaku pengedar dobel L. Zainur Rozikin, 28, warga Desa Karanganyar  digiring ke kantor Polsek Poncokusumo, beserta barang bukti kejahatannya.


Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa penangkapan ini berawal dari keresahan masyarakat yang melaporkan adanya peredaran dobel L di wilayah Desa Karang Anyar. Demi menindaklanjuti laporan ini, Unit Reskrim Polsek Poncokusumo, turun ke lapangan untuk penyelidikan.
Hasilnya, polisi mendapati ada seorang pemuda yang mencurigakan di kawasan Desa Karang Anyar. Pemuda inisial ZZ  ini, lalu digerebek oleh Unit Reskrim Polsek Poncokusumo pada Kamis, 5 Maret sekitar pukul 11.45 WIB. Saat digeledah, polisi mendapati pelaku mengantongi 5 tik pil dobel L.


Penggeledahan, tak berhenti sampai di situ saja. Polisi memburu tersangka yang juga pengedar  dobel L, untuk dimintai keterangan. Setelah mendapatkan keterangan ini, pelaku digerebek di rumahnya, dan digelandang ke Polsek Poncokusumo. Barang bukti juga diamankan dari rumahnya setelah penggeledahan di kamar.


Yaitu, 116 tik pil dobel L, masing-masing tik berisi 4 butir, lima plastik klip pembungkus transparan, satu buah handphone, satu bungkus plastik berisi 1000 butir pil dobel L, uang hasil penjualan dobel L senilai Rp 160 ribu, tiga buah grenjeng rokok, serta satu buah dus tempat pil.


Setelah penyelidikan, tersangka mengaku menjual barang tersebut di sekitar kawasan Poncokusumo. Dia mengaku mendapatkan barang tersebut dari pengedar asal Wajak.
“Akibat perbuatannya, dia dijerat dengan pasal 196 Sub Pasal 197 Undang Undang RI No.36 Tahun 2009  Tentang Kesehatan,” kata Aiptu Teguh Darmawan, Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, mendampingi Kapolsek Poncokusumo, AKP Mohammad Lutfi.


Tersangka dijerat pasal yang bunyinya, dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar atau bahan yang berkasiat obat yang tidak memenuhi standart atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan tau mutu. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun penjara.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira