Edan, Suami Jual Istri Kepada Empat Temannya, Rp 50 Ribu Sekali Berhubungan

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Edan, Suami Jual Istri Kepada Empat Temannya, Rp 50 Ribu Sekali Berhubungan

Senin, 10 Feb 2020, Dibaca : 1419 Kali

Pasuruan – Edan! Seorang suami di Kabupaten Pasuruan ditangkap polisi karena menjual istri dengan menawarkan layanan seks kepada empat temannya. Aksi menjual istri itu dipicu sebuah candaan di ranjang.
Penjualan sang istri diakui pelaku bukan semata bermotif ekonomi. Tapi juga karena masalah keperkasaan di ranjang. MS (28) warga Kecamatan Rejoso menikah dengan F (24) sejak 2016. Pasangan ini dikaruniai anak laki-laki berusia sekitar 3 tahun.
Seiring berjalannya waktu, hubungan rumah tangga mereka kurang harmonis. Penyebabnya masalah keperkasaan di ranjang. Menurut MS, masalah tersebut mendasari niatnya untuk memaksa istrinya berhubungan badan dengan teman-temannya. Meski ia tak menampik juga menerima uang dari layanan seks itu.
"Awalnya guyonan (candaan, red). Teman saya bilang 'nggak suwe koen, nggak kuat ta koen?' (Tidak lama kamu berhubungan badan dengan istrimu, kamu tidak kuat?, red). Akhirnya istri saya diguyoni pisan (dicandain juga, red)," kata MS di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (10/2).
Entah apa yang ada di pikiran MS, candaan itu memantik niat bejatnya. Ia memanggil salah satu temannya berinisial B, warga Kecamatan Rejoso untuk datang ke rumahnya pada tengah malam di awal Februari 2019. MS kemudian menawari B untuk berhubungan badan dengan istrinya.
Awalnya F menolak. Namun MS memaksa dengan memukul tubuhnya. Ia juga mengancam pisah ranjang jika F tak mau melayani B. Karena takut, istrinya akhirnya mau melayani B.
Tindakan ini berulang dan MS bahkan menawarkan istrinya ketiga teman lainnya. Antara lain H (36), R (34), SR (28) warga Kecamatan Nguling. Aksi ini berlangsung sejak Februari 2019 hingga Januari 2020.
B mengaku berhubungan badan dengan istri MS sebanyak 5 kali, R sebanyak 4 kali, SR atau E sebanyak 2 kali, dan H sebanyak 3 kali. MS juga menerima uang Rp 50 ribu dari teman-temannya setiap kali berhubungan badan dengan istrinya.
"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander.
Menurut Dony, apapun alasan MS, perbuatannya melanggar hukum. Perbuatannya memenuhi unsur Pasal 47 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 12 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Dalam keterangannnya, dikatakan bahwa MS memiliki banyak alasan mengapa menjual istrinya.

Salah satunya, ingin memuaskan sang istri dalam berhubungan badan. "Dia mengaku ingin memuaskan istrinya. Karena selama ini istrinya mengeluh tidak puas di ranjang. Tapi itu masih kita kembangkan,” pungkasnya.(sun/bdh/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Net