Edan, Setubuhi Anak Tiri Sejak Kelas 5 SD | Malang Post

Rabu, 29 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 23 Okt 2019,

PROBOLINGGO – Satu lagi kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur terungkap. Dan lagi-lagi, pelakunya adalah orang terdekat. SN, 44, warga Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, tega menyetubuhi anak tirinya, RM, 15. Pelaku pun diamankan petugas Polres Probolinggo, Senin (21/10), pukul 14.00. Ia diamankan di rumahnya setelah istrinya, SC, melaporkan persetubuhan itu, pagi harinya.
Senin, pelaku langsung diperiksa di ruang penyidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo. Selama pemeriksaan, pelaku terus menundukkan kepala. Terbongkarnya kasus itu lantaran pelaku menyusul korban ke rumah tunangannya. Karena tindakan suaminya itu, SC, ibu korban merasa curiga. SC lantas meminta keterangan dari anaknya.
“Ibunya curiga. Terus menanyakan kepada korban. Korban masih tidak mau menjawab. Karena terus didesak akhirnya korban menjawab dan memberitahu semuanya,” kata Kanit PPA Polres Probolinggo, Bripka Isana Reny Antasari.

   Baca Juga : Ditinggal Ganti Popok Anak, Lantai Dua Rumah Ludes
Keluarga pun tidak terima atas perbuatan pelaku. Sehingga, melaporkan pelaku ke pihak kepolisian. Tidak butuh waktu lama, petugas Polres Probolinggo berhasil meringkus pelaku. Pelaku diringkus selang empat jam setelah korban dan keluarganya melaporkan kejadian tersebut.
Kepada petugas pelaku mengaku menyetubuhi korban sejak korban kelas 5 SD. Setelah korban melanjutkan ke pondok pesantren, hal itu pun terus dilakukannya. Biasanya saat korban pulang ke rumah. Namun, SN membantah telah mengancam korban agar tidak membongkar persetubuhan itu. Menurutnya, dirinya tidak pernah mengancam korban.
Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu mengaku, setiap kali usai menyetubuhi korban, dia memberi korban uang Rp 20 ribu. “Saya tidak mengancam. Tetapi setiap kali melakukan saya kasih uang,” jelasnya.
SN sendiri tinggal di rumah itu bersama delapan orang. Yaitu istri, enam anak kandungnya, dan korban. Saat menyetubuhi korban, semua anggota keluarga ada di rumah. Bahkan, kadang dilakukan ketika korban tidur bersama ibunya. “Kadang pas dia tidur sama istri saya. Tetapi, saya suruh diam. Istri saya tidak tahu. Soalnya tertidur lelap,” ungkapnya.
Karena perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 76D UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Pasal 76D mengatur tentang persetubuhan dengan anak di bawah umur. Ancaman hukumannya yaitu sekitar 15 tahun penjara.(rdb/lim)

Editor : halim
Penulis : rdb






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...