Edan, Paman Perkosa Keponakan Berusia 9 Tahun - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 2679 , halim, agung

MALANG - Benar-benar edan paman yang satu ini. Angga Prasangka, 23, sejak akhir pekan harus meringkuk di rutan Mapolres Malang. Warga Desa Dawuhan Kecamatan Poncokusumo ini ditahan karena kasus perkosaan. Ngerinya, korban perkosaan, sebut saja namanya Bunga, 9 tahun.
Ironisnya lagi, korban yang bertetangga dengan tersangka ini, masih keponakannya sendiri. Bahkan setiap harinya korban lah yang menjaga dan mengajak bermain anak tersangka.
"Tersangka ini kami tangkap ketika bersembunyi di rumah neneknya. Dia kabur dan bersembunyi setelah perbuatannya terbongkar," ujar Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Perbuatan bejat tersangka ini, terjadi pada Selasa (8/10) sore sekitar pukul 15.00. Kejadiannya di dalam rumah pamannya, yang berdekatan dengan rumah tersangka. "Saat kejadian itu, rumah paman sedang sepi karena masih pergi bekerja," ucap tersangka Angga.
Aksi perkosaan terjadi ketika tersangka sedang tiduran di rumah. Kemudian datang korban ke rumahnya untuk bermain. Melihat korban datang, tersangka langsung mengajaknya pergi ke rumah pamannya.
Di dalam rumah pamannya itu, tersangka langsung melucuti pakaian korban. Selanjutnya dengan penuh nafsu birahi tersangka menyetubuhi korban.
Ngerinya, saat disetubuhi, korban mengalami pendarahan. Saat itu, tersangka sempat melihat darah mengucur deras dari kemaluan korban. Kemudian oleh tersangka dibersihkan dengan handuk. Tetapi, darah masih terus mengalir. Lalu oleh tersangka korban dibawa ke kamar mandi, untuk dibasuh dengan air.
Namun darah yang keluar tidak berhenti, hingga akhirnya tersangka panik dan memaksa korban memakai celana kemudian menyuruhnya pulang. Saat itulah tersangka mmeberi uang Rp 5 ribu. Korban yang kesakitan pulang dengan kondisi menangis. Kepada orang tuanya korban mengadu telah diperkosa tersangka.
Lantaran masih terjadi pendarahan, korban dibawa ke rumah sakit. Baru setelah itu pihak keluarga melaporkan tersangka ke polisi. "Korban mengalami pendarahan hebat. Bahkan sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit. ketika kami periksa, juga masih belum bisa jalan," ucap Kanit PPA Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.
Sementara tersangka yang ketakutan lantas kabur dan bersembunyi di rumah neneknya. Baru Minggu (13/10) lalu tersangka berhasil ditangkap polisi. "Saya hanya sekali itu saja menyetubuhinya. Sebelumnya sama sekali tidak pernah," aku buruh tebang tebu ini.(agp/lim)



Loading...