MalangPost - Edan! 3 Tahun Bapak Gauli Anak Tiri

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Edan! 3 Tahun Bapak Gauli Anak Tiri

Jumat, 26 Jun 2020, Dibaca : 8040 Kali

MALANG - Sungguh ironis. Demi ibunya yang sakit stroke, remaja asal Dusun Genengan, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso rela menjadi budak nafsu ayah tirinya. Korban yang masih berusia 16 tahun ini, disetubuhi sejak tahun 2017 lalu.
Tak terhitung sudah berapa kali Bunga (nama samaran, red) melayani nafsu bejat ayah tirinya. Pastinya sudah puluhan kali, karena seminggu bisa 2-3 kali korban disetubuhi. Persetubuhan dilakukan di bawah ancaman.


Lebih ironisnya lagi, pelaku yang merupakan ayah tirinya ini usianya sudah udzur. Paeri kini berusia 82 tahun. Akibat perbuatannya dia harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang.
"Tersangka kami amankan di rumahnya setelah mendapat laporan dari kakak korban. Membuat miris kasus ini, karena pelakunya orang terdekat korban yakni ayah tirinya sendiri," ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.


Diperoleh keterangan, tersangka Paeri menikah dengan ibu korban pada tahun 2016 lalu. Setahun kemudian, ibu korban mengalami sakit stroke. Sehingga tersangka tidak bisa melampiaskan nafsu biologisnya pada istrinya.


Sebagai gantinya, tersangka langsung membujuk Bunga, anak tirinya untuk melayaninya. Tersangka mengatakan kalau dirinya tidak tahan lagi menahan nafsunya. Sedangkan ibunya tidak bisa melayani, sehingga meminta Bunga untuk menggantikan ibunya.
"Semula korban ini sempat menolak keinginan pelaku," ujar Tisknarto. Namun, tersangka tetap ngotot dan terus merayu korban.


Lantaran rayuannya tidak berhasil, akhirnya tersangka mengambil jurus ancaman. Tersangka mengatakan tidak akan mengurusi ibunya dan akan meninggalkannya. Karena selama ini kebutuhan hidup hanya tergantung pada tersangka, akhirnya korban menuruti kemauan ayah tirinya.


Sekali berbuat ternyata merasa keenakan. Perbuatan itupun akhirnya diulangi hingga puluhan kali. Semuanya dilakukan di dalam kamar korban.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 dan 3 Jo pasal 76D dan atau pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo pasal 76E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 46 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT.
"Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 20 tahun serta denda sebesar Rp 5 miliar," tegasnya.


Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Paeri mengaku terpaksa. Karena dia tidak bisa menyalurkan hasrat birahi pada istrinya yang sedang sakit. Tersangka berdalih hubungan intim dengan anak tirinya, tidak dilakukan tanpa paksaan.
"Saya memang minta langsung pada anak. Karena ibunya sudah tidak bisa lagi melayani," ucap tersangka Paeri.


Terbongkarnya kasus ini, bermula dari korban yang sudah tidak tahan lagi dengan ulah ayah tirinya. Kemudian ia mengadu pada orangtua temannya. Selanjutnya diberitahukan pada kakak korban yang akhirnya dilaporkan ke Polres Malang.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi