Dunia Jurnalistik Menantang - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 288 , bagus, kris

Dunia jurnalistik sangat menantang. Karena bekerja di media massa butuh seorang yang tekun dan terbuka dengan segala pengetahuan. Itulah yang diungkap oleh Daniar Dhara Fainsya. Daniar, sapaan akrabnya menceritakan bahwa dirinya tertarik dan mulai bekerja di dunia jurnalistik sejak duduk di bangku kuliah.
"Awalnya saya mulai tertarik kerja di TV sejak kuliah. Kali pertama saya kerja di Agropolitan TV dari tahun 2013-2016," ujar Daniar kepada Malang Post.

Selama tiga tahun berkarir di dunia jurnalistik di tingkat lokal, membuat Finalis Raki Jatim 2015 ini merasa semakin tertantang untuk berkarir di tingkat nasional. Yang kemudian setelah lulus kuliah ia berkiprah sebagai penyiar di stasiun televisi swasta SCTV.

"Memang sebelumnya pas kuliah sempat ikut SCTV goes to campus. Dan ternyata setelah lulus ada kesempatan buat gabung ke SCTV," beber perempuan kelahiran Malang, 30 September 1994 ini.

Dengan bergabung di stasiun TV swasta, ia merasa sangat senang. Pasalnya dengan mendapat kesempatan sebagai penyiar, setiap hari bisa keliling ke berbagai tempat.

"Kerja gak pernah di kantor. Setiap hari ketemu orang baru. Itu sangat menambah wawasan. Meskipun dukanya, susah pulang pas momen-momen penting sama keluarga," beber perempuan yang pernah meraih juara 2 Duta Lantas Polda Jatim tahun 2014 ini.

Selain itu, lanjut dia, pengalaman menarik juga dialami Daniar saat liputan. Tepatnya waktu liputan arus mudik ketika bencana kapal tenggelam di Danau Toba dan interview pemain film Ant Man di Taiwan.

"Yang paling inget liputan ke salah satu desa yang puluhan anak di desa itu jadi korban sodomi oleh satu pelaku. Di situ aku ngerasa miris banget. Karema masih banyak anak-anak dan orang tua yang belum punya pemahaman pentingnya pengawasan orang tua dan dampak besarnya bagi anak," urai Daniar.

Sejak saat itu, ia mulai kepikiran untuk melanjutkan kuliah magister profesi psikologi di UGM tahun 2018 lalu. Pilihan itu membuat dirinya pada bulan September ini akhirnya memberanikan diri untuk resign dan pilih melanjutkan studi di UGM.

"Selagi melanjutkan studi sekarang. Rasanya masih susah untuk bener-benar meninggalkan dunia jurnalis dan akhirnya aku gabung sama MNC TV Jogja hingga saat ini," paparnya.

Kembali lagi pada misi awal karena keresahannya kepada anak-anak. Dirinya tak hanya ingin menjadi psikolog. Tapi bersama dua temannya yang satu misi juga mulai nerbitkan buku dongeng bagi anak yang tergabung dalam @tigorchikugiga.

"Saya harap ini salah satu awal untuk bisa menyalurkan misi saya tentang anak melalui dongeng. Tujuannya untuk mengajarkan anak berperilaku prososial," imbuh alumnus Psikologi Universitas Brawijaya ini.

Disamping itu, melalui dongeng ia ingin meningkatkan pentingnya kedekatan antar orang tua dan anak melalui. Dengan harapan dongeng selalu dibacakan langsung oleh ayah atau ibu ke anaknya.

Diungkapnya juga bahwa dongeng mulai jadi hal yang jarang dilakukan. Padahal, hal yang menyenangkan dan terkenang sepanjang masa bagi seorang anak adalah didongengi oleh orang tua.

"Apalagi dongeng yang kita buat menggunakan boneka tangan. Jadi ada hal yang semakin menarik perhatian anak untuk mendengarkan dongeng. Bahkan dalam waktu dekat ini kami juga akan menerbitkan buku baru dalam waktu dekat, tentang life skill bagi anak," tandasnya.(eri/ary)



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Rabu, 20 Nov 2019

Bikin Bahagia dengan Masakan

Loading...