Dukung Layanan Pariwisata, Bangun Koridor Selatan | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 01 Okt 2019, dibaca : 351 , udi, ira

MALANG - Pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satunya di wilayah Malang Selatan, yang saat ini membangun koridor pantai selatan. Pembangunan itu cukup prioritas, karena menyambut Jalan Lintas Selatan (JLS).
"Saat ini JLS sudah hampir rampung. Kami sudah melakukan kajian di koridor wilayah Pantai Selatan. Mulai dari kajian budaya, pariwisata juga ekonomi. Hasilnya, pembangunan koridor pantai selatan ini menjadi prioritas," kata Kepala Dinas PU dan Bina Marga (DPUBM), Romdhoni.
Dia menyebutkan, pembangunan yang dilakukan adalah membangun jalan pendukung JLS. Dengan jalan pendukung tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melintas. ’’Saat ini pemerintah sedang getol melakukan pembangunan di wilayah selatan. Salah satunya kami bangun koridor Pantai Selatan," ungkapnya.
Ada dua jalan yang sedang kami bangun tahun ini. Masing-masing Kepanjen - Donomulyo dan Gondanglegi - Balekambang. "Masing-masing panjangnya 37 kilometer. Saat ini sudah mulai jalan, kami sudah bangun total 2 kilometer," tambah Romdhoni.
Saat ini untuk waktu tempuh masing-masing jalan tersebut 2 jam. Namun dengan jalan yang baru, dan fasilitasnya diperbaiki, waktu tempuhnya dapat dipersingkat. "Faktor keselamatannya lebih aman dibandingkan sekarang," urainya.
Dia mengatakan, pembangunan jalan ini menjadi prioritas karena untuk mendukung pariwisata di wilayah selatan. Dia tidak menampik jika wilayah selatan sangat eksotis. Destinasi di wilayah selatan tidak hanya pantai, tapi juga lainnya.
"Makanya saat jalan ini jadi, dipastikan dapat meningkan pariwisata. Karena akses jalannya mudah dan mendukung," tambahnya.
Selain itu, ekonomi warga akan meningkat. "Termasuk investor. Jika jalannya bagus, fasilitasnya mendukung, kami yakin banyak investor datang," urainya.
Romdhoni menyebutkan, masalah anggaran menjadi kendala. Lantaran itu, untuk percepatan pembangunan pihaknya meminta dukungan dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jawa Timur.
"Kajian kami, indeks biaya pembangunan jalan pendukung JLS Rp 4 miliar per kilometer. Karena itu agar proses pembangunannya berjalan terus, kami meminta dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Kalau kami sendiri, terus terang tidak mampu," ucapnya. (ira/udi)



Loading...