Dukung Exit Tol, Jalan Ampeldento Dilebarkan

Sabtu, 21 September 2019

Dukung Exit Tol, Jalan Ampeldento Dilebarkan

Kamis, 12 Sep 2019, dibaca : 1161 , udi, ira

MALANG –  Pembangunan infrastruktur terus dikebut Pemerintah Kabupaten Malang. Tidak hanya melakukan perbaikan, jalan. Tapi Pemkab Malang melalui Dinas PU Binamarga juga melakukan pelebaran jalan. Salah satunya di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis. Mulai Senin (9/9) lalu, jalan yang menghubungkan Kabupaten Malang-Kota Malang itu dilebarkan.
Kepala Bidang Pemeliharaan, Dinas PU Bina Marga, Kabupaten Malang Suwiknyo mengatakan, pelebaran jalan tersebut untuk mendukung exit tol yang ada di Kecamatan Pakis. ”Pelebaran ini untuk mendukung  adanya exit tol yang ada di Jalan Raya Ampeldento,’’ katanya.
Tidak sekadar mendukung exit tol, tapi pelebaran jalan itu juga sekaligus memberikan kenyamanan kepada pengendara kendaraan. ”Saat seksi 4 tol Malang – Pandaan ini dioperasionalkan, maka akan banyak kendaraan yang melewati jalan tersebut. Untuk memberikan rasa nyaman kepada pengendara, maka dilakukan pelebaran,’’ urainya.
Dia menyebutkan pelebaran jalan dilakukan, mulai dari ujung jalan Ampeldento sampai dengan perbatasan wilayah Kecamatan Kedungkandang. ”Semuanya akan dilebarkan mulai ruas Sekarpuro-Bunut Wetan sepanjang 2.6 kilometer. Dan sekarang sudah mulai dikerjakan,’’ kata Wiknyo.
Dia menyebutkan selain pelebaran jalan Ampeldento juga dilengkapi saluran air. Dengan begitu, saat musim penghujan, tidak ada air yang menggenang di jalan. Sehingga aspal pun lebih awet dan tidak cepat rusak.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir Romdhoni, menyebutkan, jika Jalan Ampeldento diusulkan ke Pemerintah Pusat sebagai jalan Nasional. Ini seiring dengan adanya exit tol, juga rencana Bandara Abdurrahman Saleh menjadi Bandara Internasional, sekaligus untuk mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). Namun demikian, usulan itu sampai dengan sekarang belum mendapatkan jawaban.
”Dilebarkan dan dibenahi fasilitasnya, untuk mendukung adanya exit tol, mendukung bandara yang rencananya menjadi bandara internasional, dan mendukung KSPN BTS,’’ ungkapnya. Romdhoni mengatakan, jika pihaknya mengusulkan Jalan Raya menjadi jalan Nasional, lantaran meningkatnya status jalan, dengan volume kendaraan yang meningkat.
”Dengan volume kendaraan yang meningkat, sementara struktur jalan tidak memenuhi untuk itu. Sehingga jalan pun cepat rusak. Sementara anggaran kami juga tidak cukup untuk terus menerus melakukan pembenahan. Itu yang menjadi alasan kami mengusulkan Jalan Ampeldento salah satunya menjadi jalan nasional,’’ ungkapnya.
Status jalan nasional dengan jalan kabupaten menurut Romdhoni berbeda. Jalan Nasional yang dibangun menggunakan anggaran yang lebih membuat fisiknya lebih kuat. Bahkan, meskipun dilewati kendaraan berat sekalipun, jalan tidak akan mudah rusak. ”Kami bersurat kepada pihak PT Jasamarga Pandaan Malang, agar kendaraan berat tidak dilewatkan ke Jalan Ampeldento. Karena jaringannya tidak kuat. Kami usulkan untuk melewati jalur arteri, Jalan Raya Pakis,’’ pungkas Romdhoni. (ira/udi)



Loading...



MALANG POST - Senam