Duel Lawan Rampok - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 360 , Ha,im, rdb

Korban mendapatkan perawatan medis setelah tangan kanannya tergores celurit pelaku perampokan


PROBOLINGGO – Pemberani! Supriyadi, 49, berhasil menggagalkan upaya perampokan yang dilakukan dua lelaki tak dikenal pada dirinya. Namun, karena aksi perlawanannya itu, tangan kanannya kena bacok pelaku. Perampokan itu terjadi Sabtu (24/8) malam di rumah korban. Yaitu di Dusun Plerenan Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.
Saat itu, sekitar pukul 20.30, korban baru pulang dari pasar sapi di Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. Selama ini, korban memang dikenal sebagai peternak sapi. Dia juga diketahui sering jual beli sapi. Pagi sebelum kejadian, korban juga ke pasar sapi untuk menjual sapi miliknya. Namun, belum diketahui, apakah sapi korban sudah laku atau tidak.
Kapolsek Leces Iptu Ahmad Gandi menyebut, saat pulang ke rumahnya, korban mengendarai motor sendirian. Sapi yang dijualnya tidak dibawa. Diduga, pelaku tahu korban menjual sapinya dari pasar sapi. Karena itu, keduanya membuntuti korban. Saat mengetahui korban mengendarai motor sendirian, pelaku menduga sapi milik korban laku dijual. Dan korban pulang membawa uang.
Karena itulah, kedua pelaku menghadang korban tepat di depan rumahnya. Tujuannya untuk merampok uang hasil menjual sapi. “Korban pulang dari pasar sapi sekitar pukul 20.30. Diduga dua pelaku ini mengira sapi korban laku. Sehingga korban pulang membawa uang. Karena itu, pelaku merampok korban,” terangnya.
Perampokan itu menurut Kapolsek, terjadi di depan rumah korban. Saat itu, korban memarkir motornya sejenak di depan rumahnya. Dia turun untuk membuka pagar dan masuk ke rumah. Namun, belum masuk ke rumah, tiba-tiba datang dua pelaku menyergapnya. Keduanya memakai penutup muka. Satu memegang korban dari belakang dan satu lagi dari depan.
“Pelaku yang di belakang ini sambil merogoh kantong korban. Mungkin niatnya mencari uang hasil penjualan sapi,” tambahnya.
Sementara korban mengira dua pelaku itu adalah kerabatnya yang sedang bercanda. Sebab, kedua pelaku tiba-tiba memeluk dan memegangnya. Namun dugaan itu langsung musnah, ketika satu pelaku mengeluarkan sebilah celurit.
“Jadi awalnya korban mengira, mereka ini kerabatnya yang sedang bercanda. Sebab selain memeluk dari belakang, juga merogoh sakunya,” tuturnya.
Pelaku rupanya salah kira, karena di saku korban tidak ditemukan uang. Karena itu, pelaku lantas mengeluarkan celurit untuk mengancam korbannya. “Karena tak menemukan uang di saku korban, satu pelaku yang ada di depan mengeluarkan sebelah celurit. Kemudian mau membacok korban,” lanjut Kapolsek.
Korban yang segera sadar sedang dirampok, langsung sigap menahan serangan pelaku. Ia menangkis celurit dengan tangan kanannya. Akibatnya tangan kanan korban tergores celurit. Tidak hanya menahan serangan pelaku, korban lantas berteriak minta tolong. Teriakan korban itu didengar anaknya, Nugraha, 19, yang ada di dalam rumah.
“Jadi korban sambil mempertahankan diri juga berteriak minta tolong. Sehingga anaknya yang ada di dalam, keluar rumah,” kata Kapolsek.
Tak hanya Nugraha, tetangga sekitar korban pun langsung keluar rumah saat mendengar teriakan korban. Melihat banyak warga datang, kedua pelaku langsung melarikan diri ke barat. Sementara korban dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk menjalani perawatan.
“Dari keterangan sementara, tidak ada harta benda korban yang terkuras. Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini dengan melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi,” pungkas Kapolsek.(rdb/lim)



Loading...