Dua Startup Unicorn Tahun 2020 | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 12 Nov 2019, dibaca : 306 , halim, dtc

JAKARTA - Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan rasa optimisnya bahwa Indonesia mampu melahirkan dua startup unicorn baru pada awal tahun mendatang.  Bambang melihat melihat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia naik signifikan, ia optimis ekonomi digital Indonesia semakin baik.
"Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini 'officially' unicorn-nya lima, berpotensi nambah dua lagi. Akhir tahun ini. Jadi mudah-mudahan memasuki tahun baru 2020 nanti, unicorn kita bisa tujuh," ujar Bambang dikutip dari siaran persnya.
Saat ini Indonesia memiliki lima startup unicorn yang di antaranya adalah Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Khusus untuk yang terakhir, perusahaan teknologi tersebut sudah naik tingkat jadi decacorn alias startup yang valuasinya di atas USD 10 miliar.
Bambang mengatakan dengan memiliki lima startup unicorn membawa Indonesia menjadi negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi 10 negara dengan startup unicorn terbanyak di Dunia.
"Dengan lima saja kita sudah menjadi negara dengan unicorn terbanyak di Asia Tenggara dan masuk top 10 di dunia. Jadi kalau tujuh, barangkali rangking di dunia juga naik," jelasnya.
Bambang menambahkan, fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital hendaknya dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industry.  Sehingga melahirkan business process baru berbasis digital untuk menghasilkan produk berkualitas, serta mencapai produktivitas yang tinggi.
Tantangan bagi setiap pemimpin perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital maupun teknologi maju lainnya. ‘’Jangan sampai suatu perusahaan sudah memutuskan untuk go digital tetapi karyawannya masih belum bisa beradaptasi,’’ pesannya.
Bambang menuturkan perusahaan saat ini dituntut berubah melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia berharap inovasi yg dihasilkan memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat dan pembangunan bangsa.(dtc/lim)



Kamis, 05 Des 2019

Pantofel Turun Harga

Loading...