Dua Sekolah Carrier Difteri, Ratusan Siswa dan Guru MIN 1 Malang Terindikasi | Malang Post

Rabu, 29 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 23 Okt 2019,

MALANG - Demi memutus rantau penularan difteri, MIN 1 Kota Malang per tanggal 23 - 27 Oktober libur. Diketahui ada sekitar 212 siswa dan 15 guru yang terindikasi carrier kuman difteri. Selain MIN 1 ternyata carrier difteri juga terjadi SMAN 7 Malang.
Putusan libur itu setelah Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Putusan tersebut disampaikan melalui surat edaran kepada Wali Murid Kota Malang tertanggal 21 Oktober.
"Istilahnya tidak libur tetapi siswa tetap belajar mandiri di rumah," kata Kepala Sekolah MIN 1 Kota Malang, Suyanto.
Jadi bermula sejak 20 September, setelah pertemuan dengan orang tua dilakukan swab yang terkontaminasi. Di kelas itu terdapat  10 anak, kemudian penyisiran dilanjutkan untuk kelas 5 keseluruhan  ada tambahan 19 anak. Kemudian data terakhir setelah beberapa kali dilakukan swab, baru diketahui terdapat 212  siswa yang positif carrier kuman difteri.
Baik siswa maupun guru yang positif sebagai carrier kuman difteri sendiri tidak menunjukkan gejala berarti, mereka tetap sehat seperti biasa. Namun demikian, ketika diperiksa mereka terindikasi bisa menularkan bakteri tersebut ke orang lain.

   Baca Juga : Mengharukan, Teatrikal Santri SMA Sabilillah
Lantas terkait surat edaran tersebut, ia menekankan adanya kesalah pahaman masyarakat bahwa ribuan siswa dan guru terindikasi terkontaminasi kuman difteri, dan bukan terinfeksi kuman difteri. "Jadi yang terjadi di MIN 1 adalah kontaminasi kuman difteri bukan infeksi kuman. Sehingga mereka yang terkontaminasi, tetap sehat tetapi bisa menularkan kepada orang lain," lanjutnya.
Menurut Suyanto, belum ada siswa MIN 1 yang statusnya positif menderita difteri. Sehingga menurutnya masyarakat perlu diluruskan pemahamannya. "Belum ada siswa MIN 1 yang statusnya menderita difteri sehingga belum menjadi Kasus Luar Biasa (KLB).Tetapi ini adalah upaya preventif terhadap penularan difteri," lanjutnya.
Dijelaskannya, awal mencuatnya informasi tersebut berasal RS Panti Waluya (RKZ) Sawahan, yang diketahui terdapat siswa kelas 5 yang diduga terkena kuman mirip difteri. Namun setelah di periksa (swab) hasilnya negatif.
“Karena isunya seperti itu, satu kelas kami swab. Ternyata, ada 10 siswa yang positif carrier. Selanjutnya kami perluas lagi untuk kelas 5 secara keseluruhan, ternyata ada lagi tambahan 19 siswa carrier. Namun kondisinya masih sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite MIN 1 Malang yang juga Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) yakni Prof. Dr, Maskuri, M.Si menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi untuk menentukan besaran pembiayaan untuk pembersihan lingkungan sekolah dengan desinfektan.
“Saya sudah langsung perintahkan investigasi sekaligus pembiayaan dari komite Madrasah. Swab juga akan dibiayai oleh komite,” pungkasnya pada Malang Post, Selasa (22/10).
Kemudian kasus carrier difteri juga ditemui di SMAN 7. Diketahui terdapat 40 siswa yang positif terindikasi sebagai carrier difteri. Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Kepala Sekolah SMAN 7 Dra. Herlina Wahyuni, M.Pd. “Kurang lebih seperti itu,” pungkasnya.
Belum Ada yang Positif
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyatakan tegas pihaknya tidak menemukan adanya penderita difteri positif. Akan tetapi yang ditemukan adalah siswa yang menjadi “carrier” difteri. Yakni mereka yang membawa bakteri penyebab difteri tetapi kondisi secara normal sehat dan tidak sakit.
Hal inilah yang ditemukan di MIN 1 Malang. Kepala Dinkes Kota Malang Drs Pranoto menjelaskan usai dinkes mengetahui adanya carrier difteri di sekolah tersebut segala prosedural perawatan dan pengobatan sudah dilakukan.
“Sudah ditindaklanjuti sesuai tata cara yang ada sesuai kebijakan provinsi. Di sana (MIN 1 Malang,red) yang positif adalah carrier, bukan anaknya sakit,” tegasnya.
Waspadai Suhu Badan Meninggi
Hal ini kemudian diijelaskan lebih lanjut oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif saat dimintai konfirmasi lebih lanjut. Ia membenarkan jika di MIN 1 Malang tidak ditemukan penderita difteri.
Ia melanjutkan untuk kasus di MIN yang ditemukan adalah seorang carrier difteri. Yang artinya dalam pemeriksaan SWAB (pemeriksaan usap tenggorokan,red), setelah diperiksa laboratorium ditemukan bakteri Corynebacterium diphtheria (bakteri dfiteri).
“Namun kondisi anak masih seperti biasa. Selera makan juga baik hampir tanpa keluhan hanya kadang ada rasa tidak enak di tenggorokan. Kalau ini tergantung pada daya tahan tubuhnya,” tegas Husnul.
Meski begitu hal ini tidak pula dapat dibiarkan, pasalnya seorang carrier bisa menjadi sumber penularan bagi mereka yang imunnya tidak kuat. Bisa lewat batuk dan bersin. Ia menjelaskan seseorang dapat menjadi carrier difteri karena terpapar bakteri yang dapat berasal dari mana pun.
Bisa di tempat umum seperti sekolah, pasar, mall, stasiun hingga angkutan umum. Kemungkinan terbesar anak-anak yang positif carrier tertular bakteri tersebut dari orang lain yang tidak tahu berasal darimana juga.
“Kalau terjangkit difteri positif, maka kondisi anak akan sakit. Suhu badan meninggi, merasakan nyeri di tenggorokan kemudian ditemukan selaput atau pseudo membrane yang apabila diangkat akan timbul pendarahan,” jelasnya.
Gejala atau tanda lain seseraong terkena difteri adalah adanya pembesaran kelenjar di daerah leher sehingga ada gambaran seperti bullneck/leher sapi. Jika parah, anak tersebut tidak akan menelan bahkan bernafas saja sulit. Anak harus langsung ditindak dan dirawat di rumah sakit.
Sementara itu bagi mereka yang positif menjadi carrier difteri beberapa tindak lanjut yang diberikan Dinkes Kota Malang melakukan pengobatan Profilaksis.
“Dengan memberikan obat berupa Eritromycin atau Azitromycin selama 7 hari,” ujar mantan Plt RSUD Kota Malang ini.
Meski begitu, kasus penemuan carrier difteri tidak hanya ditemukan di MIN 1 Malang saja, tahun ini juga, saat dilakukan program SWAB rutin, sebanyak kurang lebih 40 siswa-siswi di SMAN 7 juga dinyatakan positif carrier. Penanganan telah dilakukan sesuai prosedural.(ica/asa/ary)

Editor : bagus
Penulis : sisca






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...