Dua Residivis Curanmor Dibekuk | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 13 Des 2019,

MALANG - Ingin buktikan bisa cari uang untuk istri, Ahmad Bima Armadani nekat lakukan kejahatan. Residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Jalan Kyai Pasreh Jaya, Kedungkandang itu mencuri motor milik Muhammad Arif di salah satu warnet di Jalan MT Haryono.
Saat beraksi, Ahmad mengajak adik iparnya Erik Lukmana Putra Sudarto, warga Jalan Tenaga, Kecamatan Blimbing. Kepada polisi, Ahmad mengaku kembali kambuh jadi pelaku curanmor karena ingin membuktikan kepada istrinya kalau ia bisa cari uang yang banyak. "Istri saya selalu menghina kalau saya nggak bisa kasih uang banyak. Makanya, saya buktikan. Saya nikah sama kakanya Erik,” kata Ahmad.
Sebelumnya, pria 19 tahun itu mengaku pernah merasakan dinginnya hotel prodeo karena kasus yang sama. "Dulu pernah berhenti mencuri setelah keluar penjara. Tapi karena dihina istri, jadinya mencuri lagi," kata dia.
Keduanya berhasil ditangkap pihak kepolisian berdasarkan laporan  Muhammad Arif, 20 warga Jalan Tenaga, Kota Malang. Rabu (11/12) lalu, ia mendatangi Polresta Malang Kota untuk melaporkan motornya hilang. Yakni Honda Beat warna merah dengan nomor polisi N 2193 HHE.
"Berdasarkan laporan tersebut, polisi langsung menindaklanjuti. Di  motor itu terdapat GPS yang dipasang oleh korban. Ini membantu kami melakukan penyelidikan," ungkap Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Harapantua Simarmata Permata.
Petugas kemudian melacak dengan menggunakan GPS yang terpasang di motor. Saat pelacakan itulah diketahui motor tersebut berada di rumah Erik. Polisi kemudian menangkap dua pelaku kejahatan itu.
"Saat hendak ditangkap, Ahmad melakukan perlawanan dan membahayakan petugas. Untuk itu, petugas langsung lakukan tindakan tegas terukur," tegas Leo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya melakukan pencurian di warnet di Jalan MT. Haryono, pukul 04.54 WIB. Awalnya keduanya berjalan kaki mencari sasaran kendaraan yang akan dicuri.
"Kemudian, mereka melihat motor milik korban yang diparkir di depan warnet. Setelah itu, motor diambil oleh tersangka A dan dibantu tersangka E dengan cara mendorong kendaraan," kata dia.
Mereka lalu mendorong motor sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Setelah situasi dirasa aman, kedua tersangka kemudian membuka mesin motor untuk menyambungkan kabel. "Sehingga, motor bisa menyala dan kemudian dibawa kabur," ungkap Leo.
Kejahatan curanmor dua pelaku itu sudah dilakukan sebanyak tiga kali di TKP berbeda. Rencananya, motor hasil curian dijual ke salah satu teman  mereka. "Sampai saat ini, kami masih dalami terus," kata Leo.
Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa satu motor, satu plat nomor, obeng, besi potongan gunting dan kunci pas. "Keduanya kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tandas mantan Waka Polrestabes Surabaya itu.(tea/van)

Editor : Vandri
Penulis : Amanda





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...