MalangPost - Dua Pendapat Salat Jumat Opsional dan Sah

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Dua Pendapat Salat Jumat Opsional dan Sah

Kamis, 04 Jun 2020, Dibaca : 1980 Kali

JAKARTA- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa No 31 Tahun 2020, tentang Penyelenggaraan Salat Jumat dan jamaah untuk mencegah penularan wabah Covid-19. 

Dalam fatwa tersebut dijelaskan, pada dasarnya memang pada dasarnya salat Jumat hanya boleh diselenggarakan satu kali di satu masjid pada satu kawasan. Untuk mencegah penularan wabah Covid-19 maka penyelenggaraan salat Jumat boleh menerapkan physical distancing dengan cara perenggangan saf.

Sementera itu, jika jamaah salat Jumat tidak dapat tertampung karena adanya penerapan physical distancing, maka boleh dilakukan ta’addud al-jumu’ah (penyelenggaraan salat Jumat berbilang), dengan menyelenggarakan salat Jumat di tempat lainnya seperti mushala, aula, gedung pertemuan, gedung olah raga, dan stadion.

Sementara itu, jika masih dalam fatwa yang sama, dijelaskan tentang opsional pelaksanaan salat Jumat. Dalam hal masjid dan tempat lain masih tidak menampung jamaah salat Jumat dan/atau tidak ada tempat lain untuk pelaksanaan salat Jumat, maka Sidang Komisi Fatwa MUI berbeda pendapat terhadap jamaah yang belum dapat melaksanakan salat Jumat sebagai berikut:

Pendapat pertama, jamaah boleh menyelenggarakan salat Jumat di masjid atau tempat lain yang telah melaksanakan salat Jumat dengan model shift, dan pelaksanaan salat Jumat dengan model shift hukumnya sah. 

Pendapat Kedua, jamaah melaksanakan salat Dhuhur, baik secara sendiri maupun berjamaah, dan pelaksanaan salat Jumat dengan model shift hukumnya tidak sah.

“Terhadap perbedaan pendapat di atas (point a dan b), dalam pelaksanaannya jamaah dapat memilih salah satu di antara dua pendapat dengan mempertimbangkan keadaan dan kemaslahatan di wilayah masing-masing,” tulis fatwa tersebut.  

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Asrorun Niam Sholeh, Kamis (4/6), menjelaskan fatwa ini dikeluarkan setelah dilakukan  pembahasan maraton tiga hari tiga malam. Komisi Fatwa rampungkan fatwa terkait penyelenggaraan salat Jumat dan jamaah untuk mencegah penularan wabah covid, setelah dilakukan muthalaah dan pembahasan marathon tiga hari tiga malam. 

“Kesimpulannya jika tidak memungkinkan menggelar salat Jumat di banyak tempat dalam satu waktu, maka opsional merujuk satu dari dua pendapat dalam fatwa itu, maknanya, dua-duanya mempunyai rujukan dalil dan sah,” tutur dia. (rep/udi) 

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net