Dua Cawabup Paparkan Visi Misi di DPRD

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 636 , bagus, agung

MALANG - Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang adu visi dan misi di depan anggota DPRD Kabupaten Malang, Selasa (8/10) kemairn. Dua nama Cawabup yang diusulkan ke DPRD Kabupaten Malang, adalah Drs. Mohamad Soedarman, MM serta Abdur Rosyid Assadullah, Spd. MM. Soedarman mengkrisisi sejumlah kekurangan di sektor pendidikan. Rosyid lebih banyak membahas hal filosofis.
Sudah ada lampu jangan cari lilin. Sudah ada aku, jangan cari yang lain. Pantun ini disampaikan Abdur Rosyid Asadullah, saat penyampaian visi misi sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang, pada rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (8/10).
Sebelum penetapan Cawabup Malang, pada Rabu (9/10), DPRD Kabupaten Malang, mengundang dua Cawabup yang sebelumnya diusulkan Bupati Malang dan Parpol pengusung. Mereka diminta menyampaikan visi misi di hadapan Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, Forkopimda, anggota dewan serta kepala OPD dan Camat.
Soedarman berasal dari unsur akademis, yang diketahui sebagai Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara.
Sedangkan Abdur Rosyid Assadullah atau Gus Rosyid, adalah Wakil Ketua Pengurus Cabang Perguruan Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Malang. Selain itu, juga kader serta pengurus di DPD Nasdem Kabupaten Malang. Gus Rosyid ini, adalah anggota Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai NasDem.
Penyampaian visi misi, dilakukan secara bergantian. Pertama disampaikan oleh Abdur Rosyid Assadullah atau Gus Rosyid. Visi yang disampaikan, adalah sesuai yang dicanangkan dalam visi pembangunan Kabupaten Malang, yang berlandaskan nilai filosofi, yakni Madep Manteb Manetep.
"Madep, adalah niat untuk konsisten dalam menjalankan amanat konstitusi dan pembangunan. Lalu, Manteb adalah untuk mewujudkan niat tersebut, pemerintah berkomitmen memiliki sikap kedisiplinan, bekerja keras dan produktif dalam pelaksanaan pembangunan," terang Gus Rosyid.
Sedangkan Manetep, adalah untuk mewujudkan tujuan pembangunan dalam 5 tahun yang sedang berjalan, Pemkab Malang menginginkan supaya setiap pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
"Dari ketiga filosofi tersebut, tujuannya adalah terwujudnya Kabupaten Malang yang Istiqomah dan memiliki mental bekerja keras, guna mencapai kemajuan pembangunan yang bermanfaat nyata untuk rakyat berbasis pedesaan," jelas pria kelahiran 2 September 1986 ini.
Sedangkan misinya, Gus Rosyid menyampaikan beberapa point dari program Madep Manteb Manetep yang sudah berjalan. Di antaranya adalah memantapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, guna menunjang percepatan revolusi mental yang berbasis nilai keagamaan yang toleran, budaya lokal dan supremasi hukum.
Selain itu, juga memperluas inovasi dan reformasi birokrasi demi tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, akuntabel dan demokratis berbasis teknologi informasi. Termasuk, melakukan percepatan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, guna meningkatkan indeks pembangunan manusia.
"Misi lainnya, mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, pariwisata dan industri kreatif. Juga melakukan percepatan pembangunan desa melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM dan pengembangan produk unggulan desa," terangnya.
Gus Rosyid, yang mewakili generasi muda milenial, juga menyampaikan sangat memahami dan mengerti permasalahan yang dihadapi masyarakat di era generasi 4.0, untuk membantu Bupati Malang dalam menjalankan program pembangunan Kabupaten Malang.
"Di sisa masa jabatan ini, merupakan masa keemasan yang butuh tenaga ekstra untuk menjalankan dan menyelesaikan program pembangunan Kabupaten Malang. Tidak ada kata terlambat selama kita bisa bekerja secara maksimal dan saling mendukung dengan stakeholder yang ada," papar warga Jalan KH. Hasyim Asy'ari, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi.
Sementara, Mohamad Soedarman, dalam penyampaian visi dan misi siap menuntaskan program Madep Manteb Manetep yang sudah berjalan. "Ketika nanti saya terpilih mendampingi, tugas saya adalah membantu Bupati Malang untuk mensukseskan dan terlaksananya visi misi tersebut," terang Mohamad Soedarman.
Pria kelahiran 4 Mei 1967 ini, mengatakan dengan siswa waktu yang cukup pendek melanjutkan periode 2016 - 2021, harus bisa menyelesaikan program yang menjadi prioritas. Salah satunya adalah dunia pendidikan.
Pada program pendidikan, Darman, sapaan akrabnya ingin masyarakat di Kabupaten Malang mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Sehingga bisa mendapatkan SDM yang unggul. Karena ia melihat secara kualitas, pendidikan masih kurang dan banyak PR yang harus dituntaskan.
"Ada beberapa point kurangnya kualitas pendidikan. Pertama mungkin karena kurangnya anggaran untuk mencukupi program, dengan luas wilayah dan penduduk yang banyak di Kabupaten Malang," katanya.
"Kemudian kualitas SDM dari Diknas atau guru pendidik. Bahwa sebenarnya, guru adalah ujung tombak di sekolah, yang seharusnya bisa menghasilkan anak didik yang baik dan berprestasi," sambungnya.
Selain itu, visi misi lainnya adalah ingin meningkatkan tata kelola pembangunan. Peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi, sehingga bisa memberikan pelayanan yang baik dan merata untuk masyarakat yang ada di pelosok.
Kemudian, peningkatan industri pariwisata. Salah satunya, segera menuntaskan pembangunan KEK Singosari. Karena akan banyak objek wisata yang bisa digali untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus mengentas kemiskinan.
"Termasuk meningkatkan peran serta generasi muda, yakni dengan melibatkan generasi milenial dalam pembangunan Kabupaten Malang," pungkasnya.
Sementara, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, mengatakan bahwa visi misi yang disampaikan dua Cawabup sama bagusnya. Karena sesuai dengan program Madep Manteb Manetep.
"Semuanya bagus. Siapapun yang terpilih, oleh dewan, saya hanya tinggal menerima saja," ucap Sanusi.
Ditanya soal penilaian secara personal, Sanusi enggan menjawab. Alasannya, sama sekali tidak ada penilaian. Karena dirinya tidak ada kewenangan dalam pemilihan Cawabup.
"Saya tidak ada penilaian. Ikuti aturan saja, karena kewenangan untuk memilih adalah anggota dewan. Siapapun yang terpilih, dialah pendamping saya nantinya," tandas Sanusi.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Miskat, menilai bahwa secara umum visi misi kedua Cawabup pas dan tidak berlebihan. Yakni tidak keluar dari konteks visi misi Madep Manteb Manetep yang telah diprogramkan selama 5 tahun.
"Kalau kami menilai bahwa semua visi misi yang disampaikan kedua calon cukup bagus. Tetap berpedoman pada visi misi Madep Manteb Manetep," ucap Miskat.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, bahwa inti dari visi misi yang disampaikan Soedarman dan Gus Rosyid, adalah penguatan dan meneruskan program yang sudah ada. Tidak berlebihan, dan justru mendukung program Madep Manteb Manetep.
"Sebab Wakil Bupati kewajibannya hanya membantu sekaligus memberikan supporting kepada Bupati Malang. Tidak bisa ada konteks untuk membuat program baru," tandasnya.(agp/ary)



Loading...