Drainase Bermasalah, Dewan Tolak Penyerahan Pasar Sayur | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Drainase Bermasalah, Dewan Tolak Penyerahan Pasar Sayur

Selasa, 21 Jan 2020,

BATU - Pembangunan Pasar Sayur tahap II di Jalan Dewi Sartika Kota Batu sudah mencapai 95,4 persen. Namun usai dilakukan sidak kedua kalinya oleh Komisi C DPRD Kota Batu, wakil rakyat sepakat menolak hasil pembangunan dan penyerahan pembangunan.
Penolakan penyerahan dari kontraktor ke Pemkot Batu tersebut karena beberapa alasan. Utamanya saluran atau sistem drainase tak sempurna. Jika hujan akan terjadi banjir dan bau tak sedap karena air tak mengalir ke tempat pembuangan.
Ketua Komisi C DPRD, Khamim Tohari menyebutkan, pihaknya akan menolak jika ada penyerahan Pasar Sayur II. Penolakan tersebut bakal dilakukan ketika kontraktor tidak melakukan pembenahan seperti yang diminta para wakil rakyat.
"Dari hasil tinjauan, kami akan meminta ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) agar tidak menerima begitu saja penyerahan Pasar Sayur, 28 Januari nanti. Karena masih banyak yang perlu diperbaiki dan salah satunya drainase," ujar Khamim kepada Malang Post.
Ia menerangkan, drainase perlu dilakukan perbaikan. Air tidak mengarah ke tempat pembuangan, melainkan hanya berputar drainase pasar. Hal itu juga ditambahkan Wakil Komisi C, Didik Machmud. Dia menyebutkan, drainase tak berfungsi sempurna. Pihaknya mengetahui itu setelah meminta dua mobil tangki dari Perumdam Among Tirto untuk ujicoba drainase.
Saat dialiri air, nampak saluran drainase tak berfungsi sempirna. Air yang mengalir pada drainase hanya berputar putar di jalur saluran air dan tidak mengarah pada saluran pembungan.
"Ini yang jadi masalah. Kami khawatir ini akan membuat banjir pada musim hujan atau saat musim kemarau menyebabkan bau tak sedap," bebernya.
"Karena itu, kami meminta agar dilakukan pembongkaran. Sehingga saluran drainase bisa berfungsi sempurna," imbuh politisi partai Golkar ini.
Selain saluran drainase, wakil rakyat ini juga mempermasalahkan akses jalan masuk kendaraan. Akses jalan masuk tidak rata sehingga bisa ambles atau tergenang air.
Masalah selanjutnya adalah penutup bagian samping yang jaraknya terlalu mepet dengan bangunan. Kondisi ini menjadikan air akan masuk ke pasar jika ada hujan. Terakhir, cetakan tutup drainase atau tutup bak kontrol kualitasnya buruk. Itu terbukti saat diangkat langsung pecah.
"Karena itu kami minta agar kontraktor merampungkan masalah sebelum menyerahkan ke Pemda. Kami akan cek kembali ke Pasar Suyur sebelum diserahkan ke Pemda," bebernya.
Sementara itu Direktur Bintang Wahana, Wahyu Prasetiawan mengatakan, temuan dewan akan dibenahi dan disempurnakan sebelum penyerahan ke Pemkot Batu, 28 Januari nanti. Hal menjadi fokus, pihaknya menyelesaikan pekerjaan sesuai adendum.
"Dengan waktu yang mepet, kami yakin dan optimis bisa selesai. Baik dari pembenahan dan penyempurnaan bisa terselesaikan. Kami akan segera melakukan meeting untuk membahas ini," imbuh Wawan.
Sedangkan untuk drainase, pihaknya telah menjalankan pembangunan sesuai aturan dan konsul dengan pangawas. "Apa yang kami kerjakan, format sesuai konsultan dan berkoordinasi dengan DPKPP. Sehingga sudah sesuai aturan," bebernya.
Ia menerangkan, saluran drainase digarap menggunakan sistem trap. Pasalnya posisi tanah di luar Pasar Sayur terlalu tinggi.
Perlu diketahui, jumlah stan pasar los tahap dua ada 144 stan dan empat stan untuk lelang dengan anggaran Rp 5,4 miliar. Jumlah kios/bedak dalam pembangunan tahap I ada 136 kios bolak-balik. Totalnya ada 280 kios dan stand pasar los.
Total pedagang terdata Diskumdag sebanyak 258 orang. Rencananya, Selasa (21/1), Diskumdag mengundang pedagang untuk membahas kios yang akan mereka tempati. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...