DPD KAI Jatim Buka Pendaftaran Ujian Advokat | Malang Post

Rabu, 29 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 24 Nov 2019,

MALANG - DPD KAI Jawa Timur membuka Ujian Calon Advokat Kongres Advokat Indonesia. Informasi ini diberikan oleh Ketua DPD KAI Jatim H. Abdul Malik SH MH kepada Malang Post, Minggu (24/11) . Pendaftaran ujian untuk organisasi berlogo pedang merah ini, dibuka mulai tanggal 19 November sampai dengan 19 Desember 2019.
Tempat pendaftaran di Sekretariat DPD KAI Jatim Jalan Prambanan No. 05 Surabaya. Syarat pendaftaran, membawa satu lembar fotocopy KTP yang masih berlaku. Pasfoto berwarna ukuran 3x4 tiga lembar dengan latar belakang merah. Serta fotocopy ijazah S.1 Hukum atau SH yang telah dilegalisir asli oleh Perguruan Tinggi.
Apa saja materi ujiannya? Menurut Malik, ada sembilan poin. Pertama peran,fungsi dan perkembangan organisasi advokat. Ke dua kode etik advokat, ke tiga hukum acara perdata, ke empat hukum acara pidana, ke lima hukum acara perdata agama, keenam hukum acara peradilan hubungan industrial, ke tujuh hukum acara peradilan tata usaha negara, ke delapan hukum acara mahkamah konstitusi dan ke sembilan ujian essay dengan materi hukum acara perdata atau alternatif penyelesaikan sengketa.
“Peserta bisa datang langsung ke kantor DPRD KAI Jawa Timur, contact persennya saya di 081252678966 dan 081655366, atau bisa hubungi ketua panitia UCA KAI Jawa Timur Mirna Puspita Pilasari SH di 081333242845,” terang pria yang kerap dijuluki Abah di kalangan terdekatnya ini.
Menurut Malik, KAI yang memiliki logo pedang merah ini, sangat menganggap penting jenjang profesi advokat. Jenjang mutlak harus dilalui bagi para advokat tergabung di KAI. Biasanya ada yang mulai dari magang. Yang magangnya juga tidak boleh sembarangan.
“Magangnya harus ke kantor LBH atau ke Kantor advokat yang sudah minimal tujuh tahun bekerja sebagai advokat,” tegasnya.
Setelah magang, biasanya mereka bisa ikut Ujian Calon Advokat. Kemudian mengikuti jenjang selanjutnya berupa Diklat Khusus Profesi Advokat (DKPA)
“Untuk magang ada dua opsi, magang sejak lulus sarjana hukum atau magang sejak lulus sebagai advokat,” imbuhnya.
Celakanya, saat ini banyak Pengadilan Tinggi yang melanggar ketentuan ini. Ada organisasi baru berdiri 2018 ada 2019, tapi advokatnya sudah bisa disumpah. Kata Malik itu tidak benar, sebab sebagai advokat minimal harus magang dua tahun.
“Kami minta tidak ada advokat abal-abal. KAI di Jatim untuk ujian calon advokat ini sudah angkatan ke 17 sejak tahun 2008. Pengadilan Tinggi harus selektif, jangan sembarangan menyumpah advokat,” jelasnya.
Ia meminta, Pengadilan Tinggi hanya menyumpah advokat KAI, yang berlogo pedang merah. Dengan alamat kantor DPP Kongres Advokat Indonesia Rasuna Office Park Lt. 1 Ruang MO-01, JL. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.
“Sekali lagi, PT harus jeli, jangan mengacu ada surat Menkumham saja. Tapi syarat formal harus magang dua tahun wajib terpenuhi, ini untuk menghindari yang abal-abal,” pungkasnya.(ary)

Editor : Bagus
Penulis : mp






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...