DPD Golkar Jateng Siap Dukung Gibran di Pilkada

Jumat, 18 Oktober 2019

Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 501 , rosida, dtk

Peluang Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Calon Wali Kota (Cawalkot) Solo 2020 masih dipertanyakan. Baik melalui PDIP ataupun partai koalisi non-PDIP, peluang tersebut masih tanda tanya.

Sebab saat ini DPC PDIP Surakarta yang menduduki 30 dari 45 kursi DPRD sudah memutuskan mengajukan pasangan calon yang diajukan, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Meskipun, Gibran juga masih berpeluang mengajukan diri melalui DPD ataupun DPP PDIP.
Sedangkan di luar PDIP, tersisa lima partai yang memiliki kursi di DPRD. Ada PKS dengan 5 kursi, lalu Gerindra, Golkar dan PAN yang masing-masing 3 kursi, serta 1 kursi lain untuk PSI.

Untuk mengusung Gibran, partai koalisi setidaknya butuh 9 kursi. Sementara, parpol yang kemungkinan bersedia mengusung Gibran hanyalah Golkar dan PSI.
Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah, M Iqbal Wibisono mengisyaratkan partainya siap mendukung Gibran di Pilkada 2020. Dia tidak masalah jika Golkar berkoalisi dengan partai lain.
Iqbal menegaskan memungkinkan sekali apabila partai di luar PDIP berkoalisi dan bersinergi untuk membangun Kota Solo, lebih bisa memunculkan pasangan calon, sehingga Gibran bisa dimunculkan menjadi bakal calon walikota sebagai jawaban masyarakat Kota Solo.

"Solo butuh pemimpin masa depan yang jadi idola anak muda dengan visi ke-Indonesiaan yang jelas," tegasnya.
Sementara PKS mengaku memiliki dua nama kandidat yang akan diusung. Keduanya berlatar belakang pengusaha muda. Dipastikan salah satunya bukan Gibran.

"Sudah ada dua nama, tapi belum bisa kita sampaikan. Bukan Gibran," kata Ketua DPD PKS Surakarta, Abdul Ghofar saat ditemui di gedung DPRD Surakarta, Kamis (26/9/19).
PKS sudah melakukan penjaringan dan polling baik dari internal maupun masyarakat. Hasilnya, nama Gibran tidak masuk dalam survei.

"Sampai saat ini belum ada pemikiran ke sana (Gibran). Di penjajakan kader tidak muncul nama Gibran," ujarnya.

Untuk mengusung bakal calonnya, PKS butuh berkoalisi dengan dua partai lain. Kini PKS baru dalam penjajakan untuk berkoalisi.

"Setiap hari saya ketemu dengan kawan-kawan partai lain, kami komunikasi terus. Tapi saat ini masih wait and see," kata Ghofar. (dtk/oci)



Selasa, 15 Okt 2019

PAN Pilih Diluar Kabinet

Loading...