Dosen Unmer Gagas Kampung Pertanian Hidroganik | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 1215 , rosida, adv

MALANG - Mengabdi di Desa Jambangan Dusun Grangsil Kabupaten Malang, dosen Unmer Malang mengenalkan metode hidroganik kepada warga di sana. Pertanian hidroponik dan aquaponik (hidroganik) sengaja dikembangkan karena lebih mudah dibandingkan dengan pola tanam konvensional. Selain itu, tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga bisa dilakukan di pekarangan rumah dengan lahan terbatas dan juga hemat air.
“Hidroponik dan aquaponik merupakan teknologi yang menggabungkan kolam ikan lele dan nila dengan tanaman sayuran di atasnya. Bahkan Greenhouse ini memiliki tenaga listrik mandiri yakni dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai tenaga panel sel surya yang dapat menyimpan tenggangan hingga 1000 volt,” ungkap salah satu tim pengabdian dosen Ir. Hery Budiyanto, MSA., Ph.D,.
Selain Hery, anggota tim ini yakni Aries Boedi Setiawan S.T., MM, Elta Sonalitha, S. Kom., M.T, Muhammad Iqbal, S. Ars. Dosen dibantu Balai Besar Penelitian Pertanian (BBPP) Haris Munanto dengan melakukan Program Kemitraan Masyarakat yakni alokasi pengembangan  sayur-ikan desa atau yang yang disebut dengan cara Inovasi Teknologi Hidroganik dan Aquaponik Dengan Tenaga Listrik Mandiri Fotovoltaik.
Dijelaskannya, kegiatan ini merupakan salah satu program “Unmer Membangun Desa”. Program pengabdian ini berjalan sejak bulan Juli hingga Desember mendatang.
“Awalnya kami melihat bahwa desa ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, apalagi desa ini terkenal dengan sebutan kampung bunga. Sehingga kami berinisiatif untuk membuat Produk Teknologi yang di desiminasi ke masyarakat,” kata dia.
Mereka memanfaatkan lahan warga setempat seluas 8x10 meter untuk pembuatan satu buah rumah kaca (green house) untuk pengembangan pola tanam hidroponik dan aquaponik. Nantinya, tanaman yang akan dibudidayakan antara lain sawi kriting, selada, seledri, kangkung, cabai, daun bawang, dan tomat, dll.
Dalam pengembangan pertanian itu tiga dosen Unmer Malang tersebut menggandeng mitra yakni Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Wanita Tani, dan PKK Desa Jambangan.
“Dengan pemberdayaan pemuda untuk menjalankan pertanian seperti itu diharapkan mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka,” kata Hery
Dengan fasilitasi program yang berhasil mendapatkan dana hibah dari DIKTI ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian warga. Tidak hanya itu, bisa menjadikan Desa Jambangan Dusun Grangsil sebagai menjadi sentral tempat kampung bunga dan wisata Hidroganik di masa mendatang.
“Kita berharap nantinya juga bisa menjadi kampung percontohan untuk pertanian Hidroganik,” pungkas Prof Hery.
Senada dengan hal itu, ketua Pokdarwis Rianto menyampaikan, inovasi dalam penerapan teknologi yang dilakukan oleh dosen Unmer Malang sangat tepat dan bermanfaat, karena hal ini dapat membantu untuk pemberdayaan masyarakat sejahtera dalam hal ekonomi maupun kehidupan berlangsung.
“Terimakasih Unmer Malang, kami akan kembangkan teknologi Hidroganik ini hingga ke generasi muda,” kata Arianto. (mp4 /adv/oci)



Minggu, 15 Des 2019

Kesempatan Pemain All Out

Loading...