Dosen ITN Berdayakan Masyarakat Pesisir Surabaya - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 387 , rosida, mp

MALANG POST - Dosen Program studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir kota Surabaya sebagai upaya peningkatan Sustainable Livelihood. Bersama tim dosen dari program studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITN Malang, dan dosen program studi Teknik lingkungan Ardy begitu biasa Ardyanto Maksimilianus disapa, bersama tim menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kawasan pesisir Sukolilo tepatnya di Kelurahan Sukolilo Baru.
“Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat baik secara ekonomi, ekologi dan sosial,” ungkap Ardy. Menggandeng para ahli dan fasilitator dari USAID dan Guru Besar Sosial Ekonomi Perikanan Universitas Brawijaya Malang, Prof. Dr. Nuddin Harahap, MP dan beberapa pakar dari Ikatan Ahli Perencana Jawa Timur diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan. Yakni pemetaan partisipatif, focus group discussion, dan workshop yang diharapkan masyarakat dapat dibekali dengan pemahaman dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan meningkatkan kapasitas diri dan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi lokal.
Lebih jauh diungkapkannya, pertumbuhan dan perkembangan di wilayah pesisir kota membuka peluang secara ekonomi, sosial, dan budaya. Namun, lanjutnya,  juga dapat mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi, dan rusaknya hubungan sosial, merosotnya nilai-nilai budaya tradisional yang sejak dahulu telah dipelihara, dan merosotnya kualitas lingkungan hidup. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat di wilayah pesisir mengalami kondisi  deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak. Kondisi tidak layak secara ekonomi, sosial, dan ekologis, atau dengan kata lain kondisi di mana individu mengalami deprivasirelatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat yang disebut dengan kemiskinan multidimensi ini terus terjadi pada komunitas nelayan pada level rumah tangga  nelayan atau pembudidaya ikan.
Realitas permasalahan sosial, ekonomi, dan ekologi di wilayah pesisir dan kondisi kemiskinan komunitas nelayan ini pun terjadi di wilayah pesisir Kota Surabaya. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki wilayah pesisir Kota Surabaya tidak lepas dari permasalahan yang dialami oleh beberapa wilayah pesisir di Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian tersebut. Ardy sendiri sejak tahun 2016 memiliki perhatian dan ketertarikan melakukan penelitian di Wilayah Pesisir Kota Surabaya. Dibiayai oleh Kemenristek DIKTI melalui skema penelitian dosen pemula, dosen muda kelahiran Nusa Tenggara Timur bersama tim dosen melakukan penelitian. Hasilnya menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat nelayan di Kota Surabaya belum secara mampu mengakses setiap modal penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihood) secara optimal.
Hasil penelitian tersebut dikemas dalam skema pengabdian masyarkaat yang didanai oleh kemenristekdikti pada tahun 2019. Ditemui pada penyelenggaraan workshop di Balai Kelurahan Sukolilo Baru, (14/10/19), Sekretaris Lurah Sukolilo Baru Agus Soedaryanto, S. Pd mengucapkan terima kasih dan mendukung. Serta berharap ke depan kerjasama perguruan tinggi dengan pemerintah kota harus terus ditingkatkan untuk mendorong dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat bukan saja di kawasan pesisir namun bisa juga di wilayah non pesisir. Karena tugas besar itu bukan saja menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga perguruan tinggi sebagai ladang ilmu pengetahuan. (oci/red)



Loading...