Donald Trump Terancam Dimakzulkan HOR | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 348 , aim, dtk

WASHINGTON DC - House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan pemakzulan secara resmi terhadap Presiden Donald Trump setelah dia diduga menekan seorang kepala negara asing untuk melakukan penyelidikan yang bisa merusak citra rival politiknya.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/9) kemarin, Ketua DPR AS Nancy Pelosi, dari Partai Demokrat, mengumumkan dimulainya penyelidikan pemakzulan pada Selasa (24/9) waktu setempat. Pelosi menegaskan 'tidak ada satupun yang di atas hukum'.
"Aksi-aksi kepresidenan Trump telah mengungkap fakta yang tidak terhormat dari pengkhianatan presiden atas sumpah jabatannya, pengkhianatan terhadap keamanan nasional kita, dan pengkhianatan terhadap integritas pemilu kita," kata Pelosi seperti dilansir ABC News.
"Maka hari ini saya umumkan DPR bergerak melakukan penyelidikan pemakzulan secara resmi," imbuh Ketua DPR AS (House of Representatives) tersebut.
Penyelidikan pemakzulan menuai dukungan besar di kalangan anggota parlemen dari Partai Demokrat, terutama setelah muncul laporan soal Trump dalam percakapan telepon pada 25 Juli lalu, menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang kini menjadi kandidat capres dari Partai Demokrat dan putranya, Hunter.
Hunter diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran gas di Ukraina. Desakan Trump kepada Ukraina untuk meluncurkan penyelidikan terhadap Hunter dan Biden -- jika terbukti benar -- dianggap tidak pantas. Pelosi bahkan menyebut tindakan Trump membahayakan keamanan nasional dan melanggar Konstitusi AS.
Penyelidikan pun dilakukan oleh DPR AS untuk mencari tahu apakah Trump benar-benar meminta bantuan Ukraina untuk memfitnah Biden, yang berpotensi menjadi penantang utama Trump dalam pemilihan presiden tahun 2020 mendatang.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan reaksi keras terhadap keputusan House of Representatives (HOR) untuk memulai secara resmi penyelidikan pemakzulan terhadapnya. Trump menyebut hal itu sebagai 'sampah Witch Hunt'.
"Sungguh hari yang penting di Perserikatan Bangsa-bangsa, begitu banyak pekerjaan dan begitu banyak kesuksesan, dan Demokrat secara sengaja merusaknya dan merendahkannya dengan lebih banyak breaking news soal sampah Witch Hunt," tulis Trump via akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/9/2019). "Sungguh buruk bagi negara kita!" imbuhnya. (dtc/aim)



Loading...