Donald Trump Jatuhkan Sanksi terhadap Turki | Malang Post

Selasa, 12 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 573 , aim, dtk

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump Selasa (15/10) kemarin, menyampaikan pengumuman sanksi terhadap Turki atas invasi militernya ke Suriah. Trump menyatakan, pemerintahannya menjatuhkan sanksi kepada tiga menteri dan Departemen Pertahanan dan Kementerian Energi Turki, serta membatalkan negosiasi perdagangan senilai 100 miliar dolar AS.
Tak hanya itu, Trump juga menjatuhkan sanksi dagang berupa kenaikan tarif baja sebesar 50 persen terhadap Turki.
"Saya sangat siap untuk menghancurkan ekonomi Turki, jika para pemimpinnya terus menempuh jalan berbahaya dan destruktif seperti ini," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan kepada wartawan hari Senin (14/10), Washington "sama sekali tidak akan mentolerir lagi invasi militer Turki ke Suriah". Pence menambahkan, Presiden Trump telah membahasnya melalui telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
"Presiden Trump menyampaikan kepada Presiden Erdogan dengan sangat jelas bahwa Amerika ingin Turki segera menghentikan invasi militernya, dan segera melakukan gencatan senjata serta mulai bernegosiasi dengan pasukan Kurdi di Suriah untuk mengakhiri semua ini," ujar Pence.
Menurut Pence, AS akan terus meningkatkan sanksi, jika Turki tidak segera melakukan gencatan senjata, bernegosiasi dan mengakhiri kekerasan.
Sementara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menambahkan, sanksi ini pasti merugikan Turki yang ekonominya memang sedang melemah.
Tarik pasukan militer dari Suriah, Trump tuai kritik. Sebelumnya, langkah Trump menarik pasukan militernya dari Suriah dikritik banyak pihak karena dianggap berpotensi membangkitkan kembali kelompok Islamic State (IS) di Suriah.
Namun Trump mengatakan, walau ia telah menarik sekitar 1.000 pasukan militernya dari Suriah, mereka akan tetap bersiaga di Timur Tengah untuk "memantau situasi" dan mencegah kebangkitan IS.
Trump mengatakan penarikan tentara militernya belum diketahui untuk berapa lama. Namun melalui serangkaian cuitan di Twitter, Trump menyampaikan bahwa penarikan militer AS tidak akan melemahkan keamanan dan kredibilitas negaranya.
Trump menampik kritik yang dialamatkan kepadanya atas tindakan penarikan militer AS dari Suriah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap pasukan Kurdi.
"Siapapun yang ingin membantu Suriah, melindungi orang Kurdi, tidak jadi masalah bagi saya. Apakah itu Rusia, Cina atau Napoleon Bonaparte," ujarnya.
Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengatakan akan melakukan perjalanan ke markas besar NATO di Brussels, minggu depan, untuk mendesak sekutu Eropa menempuh langkah ekonomi dan diplomatik terhadap Turki.
Esper menambahkan, invasi militer Turki di Suriah Utara sangat ditentang oleh militer AS, karena berisiko menimbulkan konflik yang lebih luas. Maka sebanyak 200 tentara AS akan tetap ditempatkan di pangkalan militer Tanf, di dekat perbatasan Yordania, Suriah selatan.
Semua berawal dari invasi militer Turki. (dtc/aim)



Loading...